
Pantau - Pemain Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, tampil selama 81 menit saat Willem II menelan kekalahan 1-3 dari FC Utrecht pada pertandingan pekan kedelapan Liga Belanda 2026/2027 di Stadion Galgenwaard, Minggu (11/10/2026).
Nathan dipercaya tampil sebagai pemain inti dan mengisi posisi bek kiri sebelum akhirnya digantikan Alessandro Ciranni pada menit ke-81.
Utrecht memastikan kemenangan melalui dua gol Yoann Cathline dan satu gol Angel Alarcon, sedangkan Willem II hanya mampu membalas melalui Jaden Slory.
Kekalahan tersebut membuat Willem II semakin terpuruk di dasar klasemen sementara Liga Belanda dengan menempati peringkat ke-18 dan baru mengoleksi dua poin.
Sementara itu, kemenangan atas Willem II membawa Utrecht naik ke posisi ke-13 klasemen sementara Eredivisie musim 2026/2027.
Nathan Tjoe-A-On Jadi Starter, Utrecht Dominasi Pertandingan Sejak Awal
Nathan Tjoe-A-On kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengisi susunan pemain utama Willem II dalam pertandingan tandang menghadapi Utrecht.
Pemain Timnas Indonesia tersebut ditempatkan sebagai bek kiri dalam formasi pertahanan bersama Hidde ter Avest, Finn Stam, dan Maxim Dekker.
Penampilan ini menjadi salah satu pertandingan penting bagi Nathan setelah enam hari sebelumnya turut membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Meski baru kembali dari agenda internasional, Nathan langsung dipercaya memperkuat lini pertahanan Willem II dalam upaya mencuri poin di kandang Utrecht.
Sejak awal pertandingan, Utrecht tampil lebih dominan dengan menguasai bola dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Tim tuan rumah berusaha menekan pertahanan Willem II melalui kombinasi serangan cepat dan penguasaan bola di area permainan lawan.
Willem II mencoba meredam tekanan tersebut dengan memperkuat organisasi pertahanan sekaligus mencari kesempatan melakukan serangan balik.
Namun, kedua tim belum mampu mencetak gol sepanjang babak pertama sehingga skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Yoann Cathline Cetak Dua Gol, Willem II Gagal Bangkit
Memasuki babak kedua, Utrecht meningkatkan intensitas serangan untuk memecah kebuntuan.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53 melalui gol Yoann Cathline.
Cathline berhasil memanfaatkan serangan balik cepat Utrecht dan menyelesaikan peluang menggunakan kaki kanannya untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Willem II berusaha meningkatkan tekanan guna mengejar ketertinggalan.
Tim tamu akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui gol Jaden Slory.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membuka peluang Willem II untuk membawa pulang poin dari Stadion Galgenwaard.
Namun, Utrecht kembali mengambil alih keunggulan pada menit ke-75 setelah Cathline mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut.
Penyerang Utrecht itu melepaskan tembakan keras yang mengarah ke bagian atas gawang Willem II dan mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Enam menit setelah gol tersebut, Nathan Tjoe-A-On ditarik keluar pada menit ke-81 dan digantikan Alessandro Ciranni.
Willem II mencoba mengejar ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Utrecht mampu mengantisipasi serangan tim tamu.
Utrecht justru berhasil memperbesar keunggulan pada menit ke-90+2 melalui Angel Alarcon.
Gol Alarcon memastikan kemenangan Utrecht dengan skor 3-1 hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Statistik Nathan Tjoe-A-On saat Willem II Kalah dari Utrecht
Meski Willem II gagal meraih poin, Nathan Tjoe-A-On mencatatkan sejumlah kontribusi selama berada di lapangan.
Berdasarkan statistik FotMob, Nathan membukukan 50 sentuhan bola sepanjang 81 menit penampilannya.
Pemain yang pernah memperkuat Swansea City tersebut juga melepaskan 25 umpan dengan 20 di antaranya berhasil mencapai sasaran.
Catatan itu menunjukkan tingkat akurasi umpan Nathan mencapai 80 persen dalam pertandingan melawan Utrecht.
Selain membantu menjaga aliran bola, Nathan turut berkontribusi dalam membangun serangan Willem II melalui distribusi bola dan umpan panjang.
Di sektor pertahanan, Nathan mencatatkan delapan aksi defensif untuk membantu timnya menghadapi tekanan Utrecht.
Ia juga membukukan lima kali pemulihan penguasaan bola atau recovery, tiga intersep, dan tiga sapuan.
Dalam perebutan bola bawah, Nathan berhasil memenangkan empat dari enam duel yang diikutinya.
Jumlah tersebut menghasilkan persentase kemenangan duel sebesar 67 persen.
Catatan individu tersebut menjadi bagian dari penampilan Nathan bersama Willem II meskipun timnya harus menerima kekalahan ketiga gol dari Utrecht.
Willem II Terpuruk di Posisi Terbawah Klasemen Liga Belanda
Kekalahan dari Utrecht membuat Willem II belum mampu memperbaiki posisinya dalam persaingan Liga Belanda musim 2026/2027.
Berdasarkan klasemen resmi Eredivisie, Willem II masih berada di peringkat ke-18 dengan koleksi dua poin setelah menjalani delapan pertandingan.
Hasil tersebut membuat Willem II tetap menempati posisi terbawah klasemen sementara.
Sementara itu, tambahan tiga poin membuat Utrecht berhasil naik ke peringkat ke-13.
Bagi Nathan Tjoe-A-On, pertandingan melawan Utrecht menjadi kelanjutan aktivitasnya di level klub setelah sebelumnya menjalani agenda bersama Timnas Indonesia.
Willem II masih harus berupaya memperbaiki hasil pertandingan berikutnya untuk keluar dari dasar klasemen Liga Belanda.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




