
Pantau - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menilai timnya kurang beruntung setelah menelan kekalahan 1-2 dari PSM Makassar pada pertandingan pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (16/10/2026).
Kekalahan tersebut membuat PSIM Yogyakarta semakin terpuruk setelah gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan awal kompetisi musim ini.
Van Gastel menyebut anak asuhnya sebenarnya mampu menunjukkan permainan yang cukup baik, terutama pada babak pertama, tetapi gagal memanfaatkan sejumlah peluang untuk mencetak gol.
"Pada babak pertama, kami sebenarnya tampil baik. Kami hanya sedikit kurang beruntung," ungkap Van Gastel sebagaimana dikutip dari laman resmi I.League, Sabtu (17/10/2026).
Hasil pertandingan ini juga menjadi pukulan bagi Laskar Mataram karena PSM Makassar harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah Dusan Lagator menerima kartu merah pada menit ke-79.
PSM Makassar Cetak Dua Gol, PSIM Gagal Manfaatkan Peluang
Dalam pertandingan tersebut, PSM Makassar berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Achmat Fahrul Aditia dan Stefan Jevtovski.
Dua gol tersebut membuat tim berjuluk Juku Eja berada dalam posisi unggul atas tuan rumah PSIM Yogyakarta.
PSIM kemudian berusaha mengejar ketertinggalan dan berhasil memperkecil skor melalui gol Ze Valente.
Gol tersebut membuat kedudukan berubah menjadi 1-2 sekaligus membuka peluang bagi Laskar Mataram untuk menyamakan skor.
PSIM Yogyakarta terus berupaya menciptakan peluang guna menghindari kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.
Namun, sejumlah kesempatan yang diperoleh gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
"Kami juga memperoleh beberapa peluang emas, tetapi sayangnya gagal memanfaatkannya," jelas Van Gastel.
Situasi pertandingan sempat memberikan keuntungan bagi PSIM setelah pemain PSM Makassar, Dusan Lagator, mendapatkan kartu merah pada menit ke-79.
Kartu merah tersebut memaksa PSM melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain hingga laga berakhir.
Meski memiliki keunggulan jumlah pemain pada sisa pertandingan, PSIM Yogyakarta tetap tidak mampu mencetak gol penyeimbang.
Pertandingan akhirnya berakhir dengan kemenangan PSM Makassar 2-1 atas tuan rumah PSIM Yogyakarta.
Van Gastel Akui PSIM Yogyakarta Kesulitan Bangkit dari Tren Negatif
Kekalahan dari PSM Makassar memperpanjang catatan buruk PSIM Yogyakarta dalam lima pertandingan awal BRI Super League musim ini.
Laskar Mataram tercatat mengalami empat kekalahan dan hanya mampu meraih satu hasil imbang.
Rentetan hasil tersebut membuat PSIM belum berhasil menemukan performa terbaiknya dan menghadapi tekanan untuk segera bangkit.
Jean-Paul van Gastel mengakui bahwa situasi yang dihadapi timnya saat ini tidak mudah, terutama karena hasil pertandingan belum sesuai dengan target.
Pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa PSIM tetap memiliki keinginan untuk meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.
"Tentu saja kami ingin menang dalam setiap pertandingan yang dijalani. Namun, saat ini semuanya terasa sangat sulit," ujar Van Gastel.
Ia juga memahami kekecewaan para pendukung PSIM Yogyakarta yang berharap tim kesayangannya mampu meraih hasil lebih baik.
Meski demikian, Van Gastel meminta suporter Laskar Mataram untuk tetap memberikan dukungan kepada tim dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
PSIM Yogyakarta Terpuruk di Peringkat Ke-16 Klasemen BRI Super League
Hasil negatif melawan PSM Makassar membuat PSIM Yogyakarta turun ke peringkat ke-16 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.
Dari lima pertandingan yang telah dijalani, PSIM baru mengumpulkan satu poin hasil dari satu pertandingan imbang.
Sementara itu, empat pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan, termasuk saat menghadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung.
Posisi tersebut menempatkan PSIM di papan bawah klasemen sementara dan meningkatkan kebutuhan tim untuk segera memperbaiki hasil pertandingan.
Kegagalan memaksimalkan peluang menjadi salah satu persoalan yang disoroti Van Gastel setelah timnya kembali kehilangan poin.
PSIM Yogyakarta kini dituntut meningkatkan efektivitas serangan dan menjaga konsistensi permainan agar mampu meraih kemenangan pertama pada pertandingan berikutnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




