HOME  ⁄  Sepakbola

Blispi Youth Cup 2026 Diikuti 2.150 Pesepak Bola Muda, 18 Pemain Terbaik Berpeluang Berlatih di Korea Selatan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Blispi Youth Cup 2026 Diikuti 2.150 Pesepak Bola Muda, 18 Pemain Terbaik Berpeluang Berlatih di Korea Selatan
Foto: Piala bergilir Ketua DPD RI dipajang saat pembukaan turnamen sepak bola usia dini Blispi Youth Cup 2026 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026).

Pantau - Sebanyak 2.150 pesepak bola muda dari 74 tim mengikuti turnamen Blispi Youth Cup 2026 untuk memperebutkan Piala Ketua DPD RI di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 25–28 Oktober 2026.

Turnamen yang diselenggarakan Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) tersebut mempertandingkan empat kelompok usia, yakni di bawah 10 tahun (U-10), U-12, U-14, dan U-16.

Ketua Umum Blispi Subagja Suihan mengatakan kompetisi tahun ini mendapat dukungan langsung dari Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan sepak bola usia dini.

"Turnamen ini mempertemukan bakat-bakat muda usia di bawah 10, 12, 14 dan 16 tahun yang selanjutnya akan menjaring pemain dari pelosok nusantara menuju nasional melalui Piala Ketua DPD RI," katanya di Cikarang, Minggu (25/10/2026).

Selain menjadi ajang kompetisi, Blispi Youth Cup 2026 juga dimanfaatkan untuk mencari pemain berbakat yang berpotensi mengikuti pembinaan lanjutan.

Blispi Siapkan 18 Pemain Terbaik untuk Pembinaan di Korea Selatan

Subagja mengungkapkan bahwa Blispi berencana memilih 18 pemain terbaik dari proses penjaringan bakat untuk mengikuti pembinaan lanjutan di Korea Selatan.

Program tersebut direncanakan melibatkan mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dan Simon Tahamata.

"Artinya bahwa Blispi mempunyai data pemain untuk disampaikan ke Coach Shin Tae Yong. Saya sampaikan kepada Pak Ketua untuk memberikan seorang scout telent, 18 pemain terbaik akan dibawa ke Korea Selatan dan rencananya melibatkan Coach Shin Tae Yong dan Coach Simon Tahamata," ujarnya.

Menurut Subagja, keterlibatan Shin Tae-yong diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik selama turnamen.

Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat proses identifikasi pemain muda berbakat.

Meski demikian, jadwal pelaksanaan pembinaan di Korea Selatan belum dijelaskan secara terperinci.

Shin Tae-yong Dilibatkan dalam Pengembangan Talenta Muda

Shin Tae-yong hadir dalam turnamen Blispi Youth Cup 2026 yang digelar di Stadion Wibawa Mukti.

Keterlibatannya mendapat perhatian karena Blispi ingin memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk memperoleh pembinaan dari pelatih berpengalaman.

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan pembinaan sepak bola Indonesia harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan.

"Kenapa sepak bola pelajar? Karena saya percaya dan yakin bahwa dari awal kita tidak boleh hanya berkompetisi pada saat barangnya sudah jadi. Kita ingin dampingi dari awal, dibantu sahabat saya Coach Shin Tae Yong yang akan memberikan banyak ilmu bermanfaat," katanya.

Sultan menilai kompetisi usia dini perlu diikuti dengan program pelatihan yang terukur agar kemampuan para pemain terus berkembang.

Ia berharap kerja sama dengan Blispi dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pemain muda dari berbagai daerah.

Ketua DPD RI Dorong Pencarian Bibit Sepak Bola dari Daerah

Sultan mengatakan penyelenggaraan Blispi Youth Cup 2026 dilandasi keyakinan bahwa Indonesia memiliki banyak pemain muda berbakat yang belum mendapatkan kesempatan pembinaan secara memadai.

Menurutnya, DPD RI memiliki tanggung jawab untuk mendorong pengembangan potensi daerah, termasuk dalam bidang olahraga.

"Karena DPD RI itu memang bekerja untuk daerah, kami buat kompetisi ini, kita mulai agar masa depan sepak bola kita jauh lebih hebat lagi. Karena saya percaya, hanya melalui pendidikan usia dini hal itu bisa kita capai," katanya.

Sultan juga menilai jumlah penduduk Indonesia yang besar seharusnya menjadi modal dalam menemukan calon pesepak bola berkualitas.

"PSSI semakin hari makin bagus, sudah sangat baik. Tapi yang mau saya sampaikan adalah, Indonesia memiliki penduduk hampir 300 juta. Masa sih kita tidak bisa mencari bibit, tidak bisa menemukan yang betul-betul permata-permata dari daerah," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pencarian bakat harus menjangkau berbagai wilayah agar pemain potensial tidak kehilangan kesempatan untuk berkembang.

Blispi Telah Membina Pesepak Bola Pelajar Sejak 2013

Subagja menjelaskan bahwa Blispi telah menjalankan pembinaan sepak bola pelajar secara berjenjang sejak 2013.

Selama 13 tahun, organisasi tersebut menjadi salah satu wadah pengembangan pemain muda melalui berbagai kegiatan pembinaan dan kompetisi.

Sejumlah pesepak bola nasional disebut pernah mengikuti pembinaan Blispi, antara lain Bagas Kaffa, Bagus Kahfi, Ernando Ari, Septian David Maulana, dan Egy Maulana Vikri.

Subagja berharap penyelenggaraan Blispi Youth Cup 2026 dapat melanjutkan proses penjaringan pemain muda yang memiliki potensi untuk berkembang hingga tingkat nasional.

Sementara itu, Sultan menilai masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola Indonesia.

"Seperti yang disampaikan Coach Shin Tae Yong tadi, Indonesia punya masa depan sepak bola cemerlang. Hanya saja memang pekerjaan dan PR-nya masih banyak, nah itu yang pelan-pelan nanti kita benahi," ujar Sultan.

Turnamen Blispi Youth Cup 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (28/10/2026) dengan mempertemukan puluhan tim dari empat kelompok usia untuk memperebutkan Piala Ketua DPD RI.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026