
Pantau - Tim peneliti gemologi internasional asal Prancis meneliti sejarah geologi, budaya, dan perkembangan industri intan di Kalimantan Selatan melalui kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Selasa (28/4).
Fokus Penelitian Geologi dan Budaya Intan
Plt Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat Raudati Hildayati mengatakan tim peneliti memperdalam pemahaman melalui berbagai koleksi museum, khususnya artefak yang menggambarkan hubungan masyarakat lokal dengan intan.
“Berbagai koleksi museum ditinjau, terutama artefak yang menggambarkan hubungan masyarakat lokal dengan kekayaan alam, khususnya intan,” ujarnya.
Penelitian tidak hanya dilakukan di lokasi tambang dan perdagangan intan, tetapi juga mencakup aspek historis dan edukatif di museum sebagai bagian penting kajian.
Kolaborasi dan Pertukaran Ilmu
Kunjungan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang pertukaran pengetahuan antara peneliti internasional dan pengelola museum melalui diskusi interaktif.
Pembahasan mencakup karakteristik geologis intan Kalimantan yang dinilai memiliki keunikan serta potensi pengembangan studi gemologi berbasis warisan lokal.
Pihak museum menilai kunjungan ini memperkuat peran sebagai pusat edukasi dan referensi ilmiah bagi peneliti dalam dan luar negeri.
“Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih luas antara institusi lokal dan komunitas ilmiah internasional dalam pengembangan studi gemologi, khususnya terkait potensi serta warisan intan Kalimantan Selatan,” paparnya.
Penelitian yang berlangsung pada 26 April hingga 2 Mei 2026 ini dilakukan oleh tim Laboratoire de Gemmologie yang dipimpin Agatha Cristol bersama sejumlah instansi daerah di Kalimantan Selatan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





