
Pantau - China State Shipbuilding Corporation mengumumkan para penelitinya berhasil menyelesaikan uji korosi material laut dalam selama 537 hari pada kedalaman 10.000 meter dalam kondisi lingkungan ekstrem.
Pengujian Dilakukan di Lingkungan Laut Ekstrem
Pengujian tersebut diumumkan pada Sabtu 23 Mei 2026 dan mencatat rekor baru untuk durasi uji korosi material laut dalam.
Uji coba dilakukan dalam kondisi ekstrem yang meliputi tekanan sangat tinggi, suhu rendah, kadar garam tinggi, serta kandungan oksigen terlarut yang sangat rendah.
Tim peneliti berhasil mengembangkan sistem manajemen daya yang efektif dan hemat energi selama proses pengujian berlangsung.
Selain itu, peneliti juga membangun sistem teknologi perlindungan korosi laut dalam yang memungkinkan penempatan peralatan secara akurat di dasar laut.
Sistem yang dikembangkan juga memungkinkan proses penambatan peralatan berjalan secara andal di lingkungan laut dalam.
Peralatan yang digunakan dalam pengujian berhasil diangkat kembali secara utuh dari dasar laut setelah seluruh proses perekaman data selesai dilakukan.
Seluruh sampel penelitian juga berhasil diangkat kembali dalam kondisi lengkap.
Data Pengujian Dinilai Langka di Dunia
Peneliti senior China State Shipbuilding Corporation, Liao Zhiqian, mengatakan data hasil pengujian jangka panjang seperti itu masih sangat langka di dunia.
Keberhasilan pengujian tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai misi eksplorasi laut dalam di masa mendatang.
Hasil penelitian juga dinilai penting untuk mendukung kegiatan pertambangan bawah laut serta pengembangan industri minyak dan gas di laut dalam.
Foto pendukung berita memperlihatkan stasiun energi Deep Sea No. 1 di Provinsi Kepulauan Hainan, China.
- Penulis :
- Gerry Eka





