billboard mobile
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

BRIN Kembangkan Teknologi Sel Surya Berbasis Bakteri Ungu untuk Hasilkan Energi Listrik Ramah Lingkungan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BRIN Kembangkan Teknologi Sel Surya Berbasis Bakteri Ungu untuk Hasilkan Energi Listrik Ramah Lingkungan
Foto: (Sumber :Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan sel baterai yang dikembangkan dengan pemanfaatan protein kompleks fotosintesis reaction center-light harvesting 1 (RC-LH1) dari bakteri ungu sebagai lapisan penyerap cahaya pada perangkat sel surya. ANTARA/HO-BRIN.)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi energi terbarukan berupa sel surya bio-fotovoltaik berbasis pigmen fotosintesis bakteri ungu (Rhodobacter sphaeroides) untuk menghasilkan energi listrik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Memanfaatkan Fotosintesis Bakteri Ungu untuk Listrik

Perekayasa Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Tulus, menjelaskan penelitian tersebut memanfaatkan protein kompleks fotosintesis reaction center-light harvesting 1 (RC-LH1) sebagai lapisan penyerap cahaya pada perangkat sel surya.

Ia mengungkapkan, “Material biologis tersebut dikombinasikan dengan berbagai lapisan semikonduktor untuk menghasilkan pemisahan muatan listrik ketika terpapar cahaya matahari.”

Menurut Tulus, tim peneliti menggunakan struktur elektroda berlapis indium tin oxide (ITO), zinc oxide (ZnO), dan fullerene (C60) sebagai katoda untuk mengumpulkan elektron, sementara lapisan molibdenum oksida dan perak berfungsi sebagai anoda untuk mengumpulkan hole.

Ia menambahkan, “Pada prinsipnya, fotosintesis dan fotovoltaik memiliki kesamaan, yaitu sama-sama memanfaatkan energi cahaya matahari. Fotosintesis mengubah energi cahaya menjadi energi kimia, sedangkan fotovoltaik mengubahnya menjadi energi listrik.”

Kolaborasi Internasional Dorong Energi Bersih

BRIN menilai teknologi bio-fotovoltaik berbasis bakteri ungu termasuk dalam kategori sel surya generasi ketiga yang lebih berkelanjutan karena menggunakan material hijau, diproses pada suhu rendah, dan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

Tulus menyampaikan, “Melalui penelitian ini, kami berupaya memanfaatkan komponen fotosintesis bakteri ungu sebagai material pengonversi energi cahaya menjadi energi listrik yang bernilai lebih tinggi.”

Ia juga mengatakan, “Sepengetahuan kami, capaian ini masih menjadi salah satu hasil terbaik pada bidang bio-fotovoltaik padat untuk parameter open circuit voltage. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan arus yang dihasilkan agar efisiensi keseluruhan perangkat semakin tinggi.”

Riset tersebut merupakan hasil kolaborasi BRIN dengan University of Bristol melalui Prof. Mike Jones serta para peneliti dari Vrije Universiteit Amsterdam untuk mengembangkan desain sel surya inovatif yang mendukung transisi menuju energi bersih di masa depan.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026