HOME  ⁄  Teknologi & Sains

China Perluas Stasiun Luar Angkasa Tiangong Menjadi Struktur Silang untuk Tingkatkan Kapasitas Penelitian

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

China Perluas Stasiun Luar Angkasa Tiangong Menjadi Struktur Silang untuk Tingkatkan Kapasitas Penelitian
Foto: Gambar simulasi ini, yang diambil di Pusat Kontrol Antariksa Beijing pada 25 Mei 2026, menunjukkan pesawat ruang angkasa berawak Shenzhou-23 berlabuh dengan port radial modul inti Tianhe milik Tiangong (sumber: Xinhua/Jin Liwang)

Pantau - China akan memperluas stasiun luar angkasa Tiangong dari konfigurasi berbentuk huruf T menjadi struktur berbentuk silang dengan menambahkan satu modul multifungsi baru berbobot sekitar 20 ton yang akan ditambatkan pada modul inti Tianhe guna meningkatkan kapasitas penelitian dan operasional di orbit.

Tiangong saat ini terdiri dari tiga modul utama yaitu modul inti Tianhe, modul laboratorium Wentian, dan modul laboratorium Mengtian.

Peneliti Qian Hang mengatakan, "Perluasan ini memang sudah menjadi bagian dari rencana awal."

Menurut Qian, perluasan tersebut telah dirancang sejak tahap awal pembangunan Tiangong dan menjadi bagian dari pengembangan jangka panjang stasiun luar angkasa China.

Kapasitas Penelitian dan Operasional Akan Bertambah

Penambahan modul baru akan menghadirkan sejumlah kemampuan tambahan seperti porta penambatan baru, kemampuan beberapa wahana antariksa berlabuh secara bersamaan, tambahan palka untuk aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity atau EVA), peningkatan kapasitas penyimpanan, serta ruang eksperimen ilmiah yang lebih luas.

Qian menjelaskan bahwa meningkatnya kebutuhan penelitian di orbit menjadi salah satu alasan utama dilakukannya ekspansi.

Semakin banyak eksperimen yang dijalankan di Tiangong sehingga kebutuhan terhadap ruang laboratorium dan peralatan penelitian terus bertambah.

Qian mengatakan, "Jika misi-misi tersebut semakin intensif, kita (menghadapi) risiko 'mengantre' untuk menggunakan porta penambatan dan kekurangan ruang cadangan darurat yang memadai".

Selain kebutuhan penelitian, peningkatan jumlah misi awak dan misi kargo juga menjadi faktor penting yang mendorong perluasan stasiun tersebut.

Sejak mulai beroperasi, Tiangong telah berkembang menjadi laboratorium orbit yang aktif dengan total 267 proyek ilmiah dan aplikasi yang telah dijalankan.

Dalam satu tahun terakhir, sebanyak 86 eksperimen baru ditambahkan di Tiangong.

Sekitar 1.179 kilogram material ilmiah telah dikirim ke orbit untuk mendukung berbagai penelitian.

Sebanyak 105 kilogram sampel eksperimen juga berhasil dikembalikan ke Bumi untuk dianalisis lebih lanjut.

Lebih dari 150 terabita data ilmiah telah dikumpulkan dari berbagai aktivitas penelitian di stasiun tersebut.

Disiapkan untuk Misi Jangka Panjang dan Kerja Sama Internasional

China juga mempersiapkan Tiangong untuk mendukung misi jangka panjang yang lebih kompleks di masa depan.

Saat ini Tiangong mampu menampung tiga astronaut secara bersamaan.

Jumlah awak diperkirakan akan bertambah dengan masa tinggal yang lebih lama sehingga membutuhkan ruang tinggal yang lebih besar, fasilitas olahraga yang lebih baik, serta sistem dukungan darurat yang lebih lengkap.

Selain sebagai laboratorium penelitian, Tiangong juga akan digunakan untuk pemeliharaan wahana antariksa, perbaikan peralatan di orbit, dan berbagai layanan operasional luar angkasa lainnya.

Qian mengatakan, "Namun perluasan akan membawa kita menuju pusat antariksa komprehensif yang mampu menangani cakupan misi yang lebih luas".

Faktor lain yang mendorong ekspansi adalah meningkatnya minat kerja sama internasional terhadap Tiangong.

China telah membuka peluang bagi berbagai negara untuk berpartisipasi dalam penelitian dan misi yang dijalankan di stasiun luar angkasa tersebut.

Ketua Komite Transportasi Antariksa di International Astronautical Federation, Yang Yuguang, mengatakan, "Dengan memperluas skala stasiun luar angkasa kami, kami berharap dapat semakin meningkatkan skala penelitian antariksa kami, sehingga lebih banyak lembaga penelitian dapat memiliki kesempatan untuk melakukan penelitian ilmiah di orbit".

Menurut Qian, desain Tiangong menggunakan sistem standar dan antarmuka terpadu yang memungkinkan modul baru ditambahkan tanpa perubahan besar pada struktur yang sudah ada.

Pada tahap berikutnya, dua modul laboratorium tambahan dapat dipasang pada modul ekspansi baru untuk semakin meningkatkan kapasitas stasiun.

Kepala perancang sistem stasiun luar angkasa China Yang Hong menjelaskan bahwa pada tahap akhir pengembangan jumlah modul Tiangong akan meningkat menjadi enam dengan massa total bertambah dari 90 ton menjadi sekitar 180 ton.

Peningkatan tersebut juga akan diikuti kenaikan kapasitas awak secara signifikan serta pembagian fungsi penelitian yang lebih spesifik pada setiap modul.

Salah satu proyek penting yang akan mendukung Tiangong adalah Xuntian Space Telescope yang dijadwalkan diluncurkan pada 2027.

Xuntian akan mengorbit pada jalur yang sama dengan Tiangong namun tidak dipasang langsung pada stasiun untuk menghindari gangguan akibat aktivitas awak dan getaran peralatan.

Saat memerlukan pemeliharaan, teleskop tersebut dapat melakukan penambatan ke Tiangong untuk menjalani servis.

Konsep orbit bersama itu akan menjadikan Tiangong sebagai kompleks orbital yang menggabungkan tempat tinggal astronaut, laboratorium penelitian, pengujian teknologi, dan observasi astronomi.

Yang Yuguang mengatakan, "Melalui perluasan Tiangong, kita akan memiliki lebih banyak peluang penelitian, dan para ilmuwan akan dapat bekerja dengan ritme yang lebih nyaman. Hal ini sangat penting bagi seluruh upaya ilmu antariksa China".

Secara keseluruhan, ekspansi Tiangong ditujukan untuk meningkatkan kemampuan penelitian, layanan orbital, kerja sama internasional, serta mendukung eksplorasi antariksa China pada masa mendatang.

Penulis :
Shila Glorya