HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Google Mengizinkan Pengguna Menghapus Tanda Air Terlihat pada Gambar dan Video Buatan AI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Google Mengizinkan Pengguna Menghapus Tanda Air Terlihat pada Gambar dan Video Buatan AI
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Logo Google di Kantor Google, Jakarta Selatan. ANTARA/Livia Kristianti/am..)

Pantau - Google akan memungkinkan pengguna layanan kecerdasan artifisial (AI) menghapus watermark atau tanda air yang terlihat pada gambar dan video buatan AI, sementara penanda tidak terlihat tetap disematkan untuk mengidentifikasi asal konten.

Wakil Direktur Google Josh Woodward menyampaikan opsi memasang dan menghapus tanda air tersebut akan tersedia pada model AI Nano Banana, Omni, dan Lyria.

Konten dari ketiga model tersebut selama ini biasanya dilengkapi ikon kilauan Google sebagai penanda yang terlihat bahwa gambar atau video dihasilkan menggunakan AI.

Fitur serupa juga disiapkan untuk hadir di Gemini serta layanan penyunting video Google, Flow.

SynthID dan Metadata C2PA Tetap Dipasang

Google memastikan gambar dan video yang dihasilkan model AI miliknya tetap memiliki penanda tidak terlihat berupa SynthID dan metadata C2PA meskipun pengguna menghapus tanda air visual.

Kedua sistem tersebut relatif sulit dikenali secara langsung oleh pengguna biasa karena memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui keberadaannya.

Perusahaan teknologi selama ini menggunakan tanda air atau keterangan lain untuk membedakan konten yang dihasilkan AI dengan karya yang dibuat secara manual.

Woodward mengatakan opsi menghilangkan tanda air terlihat akan dirilis di banyak negara, kecuali wilayah yang secara hukum mewajibkan penanda tersebut tetap ditampilkan.

“Kami tengah menyeimbangkan antara kendali kreatif dan keamanan,” kata Woodward.

Fitur Tak Tersedia di Sejumlah Negara

Opsi penghapusan tanda air tersebut tidak akan tersedia di Uni Eropa setelah kawasan itu menetapkan ketentuan transparansi AI yang mewajibkan tanda air terlihat pada konten AI yang tampak autentik.

Korea Selatan juga telah mengambil langkah serupa pada awal 2026 terkait pemberian penanda terhadap konten buatan AI.

Google menilai tanda air terlihat terkadang menjadi penghalang bagi pengguna yang memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung pekerjaan kreatif.

Pelabelan konten AI kini menjadi perhatian berbagai perusahaan teknologi seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan artifisial untuk menghasilkan gambar, video, musik, teks, dan beragam berkas digital.

Suno sebelumnya mengumumkan sistem pelabelan untuk musik buatan AI agar konten tersebut dapat dikenali, termasuk oleh platform audio lainnya.

Anthropic juga menambahkan penanda konten AI tidak terlihat berbasis C2PA pada teks maupun file yang dihasilkan melalui Claude.

Penulis :
Aditya Yohan