
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan grafit artifisial dari limbah batu bara sebagai bahan baku baterai untuk mendukung penguatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan riset tersebut menjadi bagian dari pengembangan material masa depan, termasuk baterai lithium-ion generasi 5V.
“Di sektor hulu material masa depan, BRIN tengah mengembangkan Baterai Li-ion Generasi 5V serta memproduksi grafit artifisial dari limbah batu bara,” kata Arif di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.
Grafit artifisial yang tengah dikembangkan BRIN tersebut memiliki tingkat kesesuaian struktur mencapai 96,8 persen.
BRIN Kembangkan Purwarupa dan Sistem Konversi Kendaraan
BRIN juga telah menciptakan sejumlah purwarupa kendaraan listrik, termasuk MEVI DELL-E dalam versi I-Seater dan O-Seater serta E-TRIGO berupa kendaraan listrik roda tiga untuk kebutuhan niaga dan penyandang disabilitas.
Selain kendaraan listrik penuh, BRIN mematangkan teknologi konversi hibrida yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan controller.
“BRIN juga mematangkan sistem konversi hibrid (penggabungan mesin bensin, motor listrik, dan controller) yang memiliki potensi penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20-40 persen, serta konversi motor listrik yang memanfaatkan rangka motor eksisting dengan biaya yang jauh lebih terjangkau,” tutur Arif Satria.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk menyediakan teknologi kendaraan listrik dan konversi yang lebih efisien sekaligus menekan konsumsi BBM.
Pemerintah Siapkan Insentif Satu Juta Motor Listrik
Pengembangan teknologi BRIN berlangsung ketika pemerintah mendorong percepatan elektrifikasi transportasi melalui rencana insentif bagi satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kebijakan tersebut ditujukan untuk menurunkan biaya kendaraan bagi masyarakat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, serta memperbesar industri motor listrik nasional dan rantai pasoknya.
Rantai pasok tersebut meliputi baterai, komponen, perangkat lunak, hingga layanan purnajual, sementara Indonesia disebut telah memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
“Kami akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” ucap Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Jumat, 14 Agustus 2026.
- Penulis :
- Gerry Eka



