
Pantau - Take-Two Interactive mengambil langkah hukum untuk memburu pihak yang diduga membocorkan cuplikan permainan Grand Theft Auto VI (GTA VI) dengan meminta Microsoft dan Discord menyerahkan sejumlah informasi terkait akun serta materi yang tersebar di internet.
Perusahaan induk Rockstar Games tersebut mengajukan dua permohonan surat panggilan kepada Pengadilan Federal Amerika Serikat untuk Daerah Selatan New York, berdasarkan laporan Engadget pada Jumat (21/8/2026) waktu setempat.
Langkah tersebut ditempuh setelah cuplikan permainan GTA VI bocor di internet pada 18 Agustus 2026 dan materi baru dilaporkan terus bermunculan meski Take-Two telah meminta sejumlah platform menghapusnya.
Permohonan pertama ditujukan kepada Microsoft terkait repositori GitHub yang diduga digunakan untuk menyimpan materi milik Take-Two.
Materi tersebut mencakup video, gambar, karya seni, dialog, dan berbagai konten kreatif lainnya yang berkaitan dengan perusahaan.
Take-Two juga meminta Microsoft menyerahkan dokumen bisnis dan hasil penyelidikan internal terkait akun atau identitas yang menggunakan nama Cyberleek.
Sejumlah video yang beredar bahkan disebut mengindikasikan pihak dengan identitas Cyberleek kemungkinan memiliki akses ke purwarupa pengembang GTA VI yang dapat dimainkan.
Take-Two turut meminta Discord menyerahkan informasi mengenai sejumlah akun dan server yang diduga berkaitan dengan penyebaran ilegal materi GTA VI.
Akun yang disebut meliputi CYBERLEEK, CINEMATICROCKSTAR, dan Surfer24k, sementara permintaan informasi juga mencakup server milik kreator konten GTA V DarkViperAU serta server bernama !Odyssey.
Informasi yang diminta Take-Two mencakup data yang dapat mengidentifikasi pemilik akun, seperti nama lengkap, nomor telepon, akun lain yang terhubung, serta konten yang pernah dibagikan terkait GTA, Rockstar, atau Cyberleek.
Kebocoran tersebut terjadi beberapa hari sebelum Take-Two dan Rockstar dijadwalkan menayangkan trailer baru GTA VI melalui Netflix pada 27 Agustus 2026.
Kasus kebocoran GTA VI bukan pertama kali terjadi karena sejumlah cuplikan permainan gim tersebut juga tersebar di internet pada 2022 setelah diretas seorang anggota kelompok peretas Lapsus$ yang ketika itu berusia 18 tahun.
Cuplikan dalam kasus tersebut bahkan disebarkan menggunakan perangkat Amazon Fire TV Stick.
Setelah menjalani pemeriksaan kondisi mental, pelaku dinilai tidak dapat menjalani persidangan.
Pengadilan kemudian menjatuhkan perintah perawatan di rumah sakit tanpa batas waktu terhadap pelaku tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan



