
Pantau - Berbagai negara bersiap membahas penetapan standar waktu terpadu di Bulan melalui konferensi internasional di Paris seiring meningkatnya rencana pembangunan stasiun misi permanen dan sistem navigasi Bulan mulai 2030.
Pembahasan tersebut akan berlangsung dalam Konferensi Umum tentang Satuan dan Ukuran yang memiliki peran dalam menetapkan standar ukuran global.
China dan Amerika Serikat termasuk negara yang memiliki rencana mendaratkan astronot serta memanfaatkan sumber daya di Bulan.
Menurut teori relativitas umum, waktu di Bulan berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan di Bumi karena gravitasi Bulan hanya sekitar seperenam gravitasi Bumi.
Perbedaan tersebut membuat waktu di Bulan sekitar 56 mikrodetik lebih cepat setiap hari dibandingkan waktu di Bumi.
Selisih Satu Mikrodetik Bisa Mengubah Posisi hingga 300 Meter
Perbedaan waktu antara Bumi dan Bulan dinilai dapat menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan misi antariksa pada masa mendatang, terutama untuk menentukan posisi secara presisi.
Satelit yang mengorbit Bulan nantinya dapat digunakan untuk menghitung posisi aktivitas di permukaan Bulan dengan mekanisme yang serupa sistem GPS di Bumi.
Akurasi waktu menjadi penting karena kesalahan sebesar satu mikrodetik dapat menyebabkan perubahan penghitungan posisi hingga sekitar 300 meter.
Kesalahan posisi tersebut berpotensi mengganggu pengoperasian robot yang dikerahkan untuk membangun stasiun di Bulan.
Manajer riset Institut Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional Jepang Mamoru Sekido mengatakan kerja sama internasional untuk mengoordinasikan dan menyatukan standar waktu satelit menjadi sangat penting bagi pembangunan di Bulan.
Dua Usulan Standar Waktu Bulan Mulai Dibahas
Saat ini terdapat dua usulan yang menjadi pilihan dalam menentukan standar waktu di Bulan.
Usulan pertama menggunakan jam hipotesis yang ditempatkan pada pusat massa Bulan sebagai titik acuan untuk menghitung waktu.
Usulan kedua menggunakan jam nyata yang ditempatkan sejajar dengan rata-rata ketinggian permukaan Bulan sebagai acuan penentuan waktu.
Metode kedua tersebut menyerupai sistem yang digunakan untuk menentukan waktu di Bumi.
Standar waktu terpadu diperlukan seiring rencana sejumlah negara meningkatkan aktivitas eksplorasi, navigasi, dan pembangunan fasilitas permanen di Bulan mulai dekade 2030-an.
- Penulis :
- Gerry Eka




