HOME  ⁄  Teknologi & Sains

UNG Pasang Alat Deteksi di Laut Botubarani, Pantau Kualitas Air hingga Kemunculan Hiu Paus

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

UNG Pasang Alat Deteksi di Laut Botubarani, Pantau Kualitas Air hingga Kemunculan Hiu Paus
Foto: Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memasang alat deteksi kualitas air dan objek di kawasan Laut Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Minggu (27/9/2026).

Pantau - Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memasang alat pendeteksi kualitas air dan objek di Laut Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, untuk mengumpulkan data kondisi perairan secara berkelanjutan selama satu tahun.

Peneliti UNG Dr Mohamad Hidayat Koniyo mengatakan pemasangan perangkat tersebut merupakan bagian dari riset yang didanai melalui skema RIIM BRIN-LPDP secara multiyears dengan melibatkan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bone Bolango sebagai mitra.

Data berbentuk time series yang dikumpulkan diharapkan memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan laut sekaligus mendukung pengelolaan wisata bahari, khususnya aktivitas interaksi dengan hiu paus di Botubarani.

Informasi kualitas air dan keberadaan objek di perairan juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi wisatawan dan pengelola sebelum melakukan aktivitas snorkeling maupun diving bersama hiu paus.

<h2>Data Setahun untuk Pelajari Hiu Paus dan Ubur-Ubur</h2>

Hidayat menjelaskan rekaman kondisi perairan selama satu tahun dapat digunakan untuk mempelajari pola kemunculan hiu paus dan berbagai organisme laut lainnya.

Data tersebut juga diharapkan membantu peneliti mengidentifikasi pola kemunculan ubur-ubur yang dalam kondisi tertentu dapat mengganggu wisatawan karena menyebabkan rasa gatal pada kulit.

"Dengan tersedianya data kualitas air secara berkala, pola hubungan antara kondisi perairan dan kemunculan organisme tersebut dapat dipelajari lebih lanjut," katanya.

Sistem tersebut juga berpotensi mendeteksi aktivitas manusia serta keberadaan sampah plastik, material dari aktivitas pertanian, kepadatan perahu wisatawan, dan berbagai hewan laut.

<h2>Teknologi Deteksi Hasilkan Dataset Perairan</h2>

Teknologi deteksi objek memungkinkan berbagai aktivitas dan objek yang terlihat di perairan direkam kemudian diolah menjadi dataset untuk penelitian.

“Berdasarkan deteksi objek, seperti warna air laut, binatang yang bergerak dan terlihat, aktivitas wisatawan dan lainnya, akan menghasilkan dataset yang bisa dikembangkan untuk penelitian klasifikasi sampai prediksi,” kata Hidayat.

Pengumpulan dataset secara terus-menerus memungkinkan peneliti menganalisis perubahan kondisi perairan dan objek yang terdeteksi dari waktu ke waktu.

Data hasil penelitian juga berpotensi digunakan pengelola dan pemangku kepentingan sebagai bahan pendukung untuk memantau kondisi laut serta aktivitas wisata di kawasan Botubarani.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026