
Pantau - Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia mempelajari teknologi konstruksi canggih di Pusat Riset dan Pengembangan Guangdong Jianke, Huangpu, Tiongkok, sebagai upaya memperkuat industri konstruksi nasional menghadapi tantangan pembangunan masa depan.
Ketua LPJK Indonesia Insannul Kamil mengatakan kunjungan tersebut mencakup peninjauan terhadap sejumlah fasilitas penelitian unggulan yang dikembangkan Guangdong Jianke.
“Kami meninjau sejumlah fasilitas riset unggulan yang dimiliki Guangdong Jianke sebagai upaya memperkuat kontruksi dalam negeri,” kata Insannul di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Delegasi LPJK melakukan kunjungan dan pertukaran informasi bersama perwakilan Departemen Pekerjaan Umum dan Transportasi Laos, Direktorat Perumahan dan Perencanaan Kota, serta China Construction News.
<h2>LPJK Pelajari Terowongan Angin hingga Teknologi Dinding Tirai</h2>
LPJK mengunjungi laboratorium terowongan angin atau wind tunnel untuk bangunan sipil dengan skala komprehensif terbesar di Tiongkok.
Delegasi juga meninjau fasilitas pengujian dinding tirai atau curtain wall multifungsi berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri serta laboratorium percontohan pengujian material konstruksi canggih yang terintegrasi dengan teknologi cerdas.
Insannul menilai kemajuan penelitian yang dikembangkan Guangdong Jianke dapat menjadi rujukan dalam memperkuat industri konstruksi di kawasan ASEAN.
“Aktivitas dan kemajuan riset dalam bidang bangunan sipil yang dilakukan pada pusat riset ini harus dimanfaatkan,” kata dia.
Kemajuan penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi model kolaborasi untuk meningkatkan kualitas dan ekosistem industri konstruksi secara bersama-sama.
“Serta manajemen konstruksi dan fasilitas secara berkelanjutan dengan standar keamanan tingkat tinggi,” kata dia.
<h2>Teknologi Mutakhir Dinilai Penting Hadapi Tantangan Infrastruktur</h2>
Insannul mengatakan perkembangan teknologi konstruksi membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara lembaga riset, industri, dan pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor konstruksi secara berkelanjutan.
Pemanfaatan teknologi mutakhir juga dinilai menjadi salah satu kunci menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur masa depan yang semakin kompleks.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran pengetahuan dan kerja sama internasional di sektor konstruksi.
“Khususnya dalam pengembangan teknologi, standar keselamatan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia konstruksi di kawasan Asia,” katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka




