
Pantau - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Universitas Tsinghua, China, berkolaborasi dengan ilmuwan Indonesia untuk mengembangkan penelitian genomik terhadap 435 spesies tanaman herbal di Institut Teknologi Del (IT Del), Sumatera Utara.
Luhut menyampaikan permintaan tersebut dalam China Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, Minggu (4/10/2026).
“Kami memiliki seluruh ekosistem di sana. Ada 435 spesies herbal, yang menurut saya mungkin menjadi salah satu koleksi terbesar di kawasan ini, bahkan mungkin di dunia,” kata Luhut.
Indonesia, menurut Luhut, telah memiliki kemampuan penelitian genomik dan fasilitas teknologi yang dapat digunakan untuk mempercepat pengkajian sumber daya hayati.
IT Del Kembangkan Bank Gen Herbal
Luhut mengatakan IT Del sedang mengembangkan kemampuan penelitian sekaligus bank gen herbal yang didukung perangkat pengurutan genom dari China, termasuk MGI T7 dan MGI B300.
Para peneliti juga mengembangkan kecerdasan buatan untuk membantu membaca molekul kemenyan atau frankincense sebagai salah satu bahan herbal yang berpotensi diteliti lebih lanjut untuk bidang kesehatan.
Menurut Luhut, kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia perlu dipelajari dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab melalui ilmu pengetahuan agar tetap lestari sekaligus menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian.
Ia menilai kolaborasi dengan Universitas Tsinghua dapat meningkatkan kapasitas ilmuwan Indonesia dalam mengembangkan penelitian berbasis sumber daya hayati.
“Kami tidak mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membangun semuanya dari awal. Kami sudah memiliki infrastruktur, tetapi kami membutuhkan Universitas Tsinghua untuk memanfaatkannya bersama,” ujarnya.
Kolaborasi Didorong hingga Riset Pertanian
Luhut meminta kerja sama tersebut diwujudkan melalui program konkret berupa penelitian bersama, pertukaran peneliti, pengembangan laboratorium, hingga publikasi ilmiah.
Selain tanaman herbal, Luhut mendorong kolaborasi penelitian genomik pada sektor pertanian untuk menghasilkan benih unggul dan tanaman yang lebih tahan terhadap tekanan lingkungan.
Penelitian tersebut juga diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah perubahan kondisi lingkungan.
Luhut berharap Tsinghua Southeast Asia Center di Bali menjadi pintu masuk untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan penelitian antara Indonesia, China, serta negara-negara Asia Tenggara.
Ia menegaskan kemitraan Indonesia dan China perlu berkembang melampaui investasi serta transfer teknologi menuju inovasi bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka




