HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Ben Affleck Ungkap Pendekatan Etis Penggunaan AI dalam Pembuatan Film

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ben Affleck Ungkap Pendekatan Etis Penggunaan AI dalam Pembuatan Film
Foto: Selebriti Ben Affleck dan keluarganya.

Pantau - Aktor sekaligus pembuat film asal Amerika Serikat Ben Affleck mengungkap pendekatannya dalam menggunakan kecerdasan artifisial (AI) untuk produksi film dengan menekankan perlindungan hak cipta dan komunitas kreatif.

Affleck mengatakan dirinya tidak ingin menggunakan teknologi AI yang dilatih menggunakan karya berhak cipta atau hasil kreativitas orang lain tanpa izin.

“Saya tidak akan menggunakan sesuatu yang dilatih atau telah belajar dari pekerjaan apa pun yang ditulis ulang memiliki hak cipta, atau kecerdasan yang dibuat oleh rekan saya maupun seseorang yang saya kagumi. Itulah alasan kami membuat kumpulan data (dataset) yang bersifat eksklusif, sehingga tidak harus ekstraktif atau teknologi tersebut tidak perlu mengambil dari sumber lain,” kata Ben Affleck.

Bintang film “Batman v Superman: Dawn of Justice” itu juga tidak tertarik menggunakan AI untuk menghasilkan film secara otomatis hanya melalui perintah teks.

“Saya tidak ingin menjadi bagian dari hal itu jika memang seperti itu. Yang ingin saya lakukan adalah membawa teknologi ini ke dalam bisnis kami, ke tempat di mana perusahaan-perusahaan yang menjadi penandatanganan serikat, yang memiliki hubungan dengan komunitas kreatif, dan yang tidak akan begitu saja memasukkan Anda ke dalam sebuah film tanpa izin dan tanpa membayar Anda,” jelasnya.

Affleck Dorong Industri Film Kendalikan Penggunaan AI

Affleck menilai industri film perlu terlibat langsung dalam pengembangan dan pemanfaatan AI agar teknologi tersebut tidak dikuasai pihak lain yang berpotensi melemahkan industri kreatif.

“Saya sudah merasa tidak nyaman dengan beberapa cara perusahaan teknologi tertentu memperlakukan gambar dan kemiripan seseorang. Saya justru merasa bahwa, seperti yang menjadi tesis saya dan kemudian terbukti, jika teknologi ini diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membuat film, hasilnya akan jauh lebih baik. Dan kami memilikinya, dan kami melakukannya,” tutur Affleck.

Ia mencontohkan Netflix yang memberikan pilihan kepada pembuat film untuk memanfaatkan teknologi tersebut sebagai bagian dari proses produksi.

“Ini adalah seperangkat alat yang terbatas. Ini bukan tentang membuat manusia palsu atau menggantikan siapa pun, selamanya. Ini tentang alat pascaproduksi lain yang menarik. Jika Anda bisa melihat atau mengetahui bahwa itu digunakan, berarti teknologi tersebut gagal. Sama seperti efek visual yang buruk atau akting yang buruk,” kata dia.

AI Digunakan dalam Film “Animals”

Affleck sebelumnya menjadi sorotan setelah mengungkap penggunaan AI dalam film terbarunya berjudul “Animals”.

“Saya menggunakan (AI) untuk banyak hal dalam film tersebut. Saya agak ragu untuk menjelaskan apa saja atau bahkan membicarakannya karena dalam bisnis saya, kami mencoba menumbuhkan ilusi realitas, bukan?. Tetapi ya, kami menggunakannya. Bahkan, saya pikir itu contoh yang bagus (tentang cara menggunakan AI secara etis karena film ini sangat manusiawi),” ujar Affleck.

Dalam “Animals”, Affleck bertindak sebagai sutradara, penulis bersama, sekaligus pemeran dalam cerita mengenai kandidat wali kota Los Angeles yang putranya diculik.

Affleck juga telah berkecimpung dalam bidang AI selama beberapa tahun dan pada awal 2026 menjual perusahaan AI miliknya, InterPositive, kepada Netflix dengan nilai hampir 600 juta dolar AS.

“Hal yang sebenarnya tentang AI yang tidak dibicarakan orang adalah teknologi ini sangat terbatas dalam banyak hal. Ini bukan sihir. Ini bukan kecerdasan super. Ini tidak berperasaan. Itu semua hanya omong kosong lama,” kata Affleck.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026