HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Menkomdigi Meutya Hafid Tanggapi Usulan Perlambatan AI Global, Indonesia Pilih Pengembangan Teknologi yang Lebih Aman

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menkomdigi Meutya Hafid Tanggapi Usulan Perlambatan AI Global, Indonesia Pilih Pengembangan Teknologi yang Lebih Aman
Foto: (Sumber :Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (tengah) bersama Dirjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi Fifi Aleyda Yahya (kedua kanan) dan tim pakar perumus PP Tunas Rose Mini Agoes Salim (kanan), Najeela Shihab (kiri), dan Seto Mulyadi (kedua kiri) memberikan keterangan pers terkait perkembangan implementasi PP Tunas di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Rabu (7/10/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.)

Pantau - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi gagasan perlambatan pengembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berkembang di industri teknologi global dengan menegaskan bahwa Indonesia lebih memilih mendorong inovasi AI yang mengutamakan keamanan sejak tahap perancangan.

Meutya menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia tidak secara langsung mendukung penghentian atau perlambatan inovasi AI, tetapi menekankan pentingnya penerapan prinsip keamanan sejak awal perancangan atau safety by design.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta, Rabu (7/10/2026).

"Sebetulnya tentu Indonesia amat setuju bukan dengan perlambatan AI, tapi bagaimana melakukan safety by design untuk AI dengan lebih hati-hati dan itu pasti memakan waktu," kata Meutya.

Menkomdigi Nilai Perkembangan AI Terlalu Cepat dan Perlu Mitigasi Risiko

Meutya menilai perkembangan teknologi kecerdasan artifisial saat ini berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan perhatian khusus terhadap aspek keamanan.

Menurutnya, pengembangan teknologi canggih seperti AI tidak seharusnya dilakukan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin muncul.

Pemerintah memandang proses pengembangan AI memerlukan waktu yang memadai untuk memastikan seluruh aspek keamanan telah diperhitungkan sejak tahap perancangan.

"Sehingga kita memang menyampaikan bahwa kita memerlukan waktu yang memang sepantasnya terhadap sebuah teknologi baru yang begitu canggih, tidak boleh dilakukan tanpa proses mitigasi yang cukup," ujarnya.

Meutya menjelaskan bahwa penerapan prinsip safety by design bertujuan memastikan keamanan menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi, bukan sekadar langkah tambahan setelah sistem selesai dibuat.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi dampak negatif yang dapat muncul akibat penggunaan teknologi AI.

Indonesia Tidak Dorong Perlambatan AI, tetapi Utamakan Keamanan

Menkomdigi menegaskan bahwa posisi Indonesia bukan untuk menghambat perkembangan kecerdasan artifisial yang terus mengalami kemajuan di berbagai sektor.

Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan inovasi AI tetap berjalan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap pengguna.

"Indonesia termasuk negara yang mendorong agar inovasi di dalam AI dilakukan dengan lebih hati-hati dan safety by design," kata Meutya.

Penerapan keamanan sejak tahap perancangan menjadi pendekatan yang didorong Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi AI yang semakin kompleks.

Dengan pendekatan tersebut, pengembang diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk mengidentifikasi serta memitigasi risiko sebelum teknologi digunakan secara luas.

Pemimpin Teknologi Global Khawatir AI Disalahgunakan untuk Serangan Siber

Gagasan memperlambat pengembangan AI sebelumnya muncul dari sejumlah pemimpin perusahaan teknologi global yang mengkhawatirkan meningkatnya risiko penggunaan kecerdasan artifisial.

Perkembangan model AI yang semakin canggih dinilai berpotensi menghadirkan ancaman baru terhadap keamanan digital dan keselamatan manusia.

Salah satu kekhawatiran yang mengemuka adalah kemungkinan penyalahgunaan AI untuk mengembangkan senjata siber secara otomatis.

Teknologi tersebut juga dikhawatirkan dapat digunakan untuk menyebarkan disinformasi dalam skala besar dengan kecepatan yang sulit dikendalikan.

Selain itu, kemampuan AI yang semakin berkembang dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk membantu proses perakitan bahan berbahaya.

Risiko tersebut menjadi salah satu alasan munculnya seruan agar pengembangan teknologi AI dilakukan dengan pengawasan dan pengujian keamanan yang lebih ketat.

Risiko AI di Luar Kendali Pengembang Jadi Perhatian Global

Selain ancaman penyalahgunaan teknologi oleh manusia, perhatian terhadap pengembangan AI juga berkaitan dengan persoalan keselarasan tujuan sistem kecerdasan artifisial.

Kekhawatiran muncul apabila sistem AI yang memiliki kemampuan sangat tinggi tidak dirancang agar tetap selaras dengan nilai-nilai dan kepentingan manusia.

Dalam kondisi tersebut, sistem AI dikhawatirkan dapat menghasilkan tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan awal pengembangannya.

Persoalan ini menjadi bagian dari perdebatan global mengenai keseimbangan antara percepatan inovasi dan kebutuhan menjaga keamanan teknologi.

Indonesia melalui Kemkomdigi menegaskan pentingnya pengembangan AI secara hati-hati dengan menyediakan waktu yang memadai untuk proses mitigasi risiko.

Pemerintah tetap mendukung kemajuan kecerdasan artifisial dengan menempatkan aspek keamanan sebagai bagian penting dari proses inovasi teknologi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026