
Pantau - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, mengungkap desain robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan secara mandiri melalui dokumen paten yang dipublikasikan Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China pada 9 Oktober 2026.
Robot berbentuk menyerupai manusia tersebut dirancang untuk memiliki kemampuan berjalan, menjaga keseimbangan, serta berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.
Berdasarkan laporan CarNewsChina, Minggu (11/10/2026), desain tersebut tercantum dalam dokumen paten berjudul Embodied AI Robot yang memperlihatkan robot dengan kombinasi warna hitam dan putih.
Pengembangan robot humanoid tersebut menjadi bagian dari langkah BYD memperluas teknologi kecerdasan buatan ke bidang robotika.
Robot tersebut berpotensi digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari pelayanan pelanggan, pendidikan, hingga kegiatan industri.
Desain Robot Humanoid BYD Terungkap melalui Dokumen Paten
Dokumen paten yang dipublikasikan otoritas kekayaan intelektual China memperlihatkan bentuk robot humanoid dengan struktur tubuh menyerupai manusia.
Robot tersebut memiliki kepala berbentuk membulat tanpa dilengkapi layar pada bagian wajah.
Bagian tubuhnya didominasi kombinasi warna hitam dan putih dengan rancangan lengan serta kaki yang dilengkapi sejumlah sendi.
Keberadaan sendi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai gerakan fisik, termasuk berjalan dan mempertahankan keseimbangan.
Selain itu, desain robot juga memperlihatkan struktur yang memungkinkan perangkat melakukan gerakan untuk berinteraksi dengan lingkungan nyata.
Teknologi tersebut termasuk dalam kategori embodied AI, yakni sistem kecerdasan buatan yang diintegrasikan dengan perangkat fisik.
Melalui teknologi ini, kecerdasan buatan tidak hanya digunakan untuk memproses informasi, tetapi juga mendukung tindakan dan gerakan perangkat di lingkungan sekitarnya.
Dokumen paten menunjukkan arah pengembangan teknologi robotika BYD, meskipun belum memastikan bentuk produk yang nantinya akan dipasarkan.
Robot BYD Disebut Mirip Xiao Di dengan 31 Derajat Kebebasan Gerak
Desain robot humanoid yang dipublikasikan memiliki kemiripan dengan robot BYD bernama Xiao Di yang sebelumnya telah diperlihatkan.
Namun, BYD belum memberikan konfirmasi apakah rancangan dalam dokumen paten tersebut akan digunakan pada versi produksi akhir.
Berdasarkan informasi yang telah beredar sebelumnya, robot Xiao Di memiliki tinggi sekitar 1,61 meter dan bobot 58,5 kilogram.
Robot tersebut dilengkapi kemampuan gerak dengan 31 derajat kebebasan atau degrees of freedom.
Jumlah derajat kebebasan tersebut berkaitan dengan kemampuan bagian tubuh robot melakukan berbagai jenis gerakan.
Selain itu, tangan robot Xiao Di disebut memiliki tingkat akurasi penempatan berulang hingga sekitar satu milimeter.
Kemampuan tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan ketelitian gerakan.
Robot Xiao Di dikembangkan agar dapat mengambil benda, melakukan interaksi melalui gestur, serta memberikan penjelasan menggunakan gerakan tangan.
Fitur tersebut membuka potensi penggunaan robot humanoid untuk pekerjaan yang membutuhkan interaksi fisik dengan manusia maupun benda di sekitarnya.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai spesifikasi akhir robot yang tercantum dalam paten terbaru BYD.
BYD Kembangkan Teknologi Robotika Sejak 2022
Pengembangan robot humanoid menjadi bagian dari strategi BYD dalam memperluas penerapan kecerdasan buatan di luar industri kendaraan listrik.
Perusahaan tersebut dikabarkan telah membentuk tim penelitian khusus bidang robotika sejak 2022.
Tim tersebut berfokus pada pengembangan teknologi yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan kemampuan gerak perangkat fisik.
Selain melakukan pengembangan internal, BYD juga memperluas keterlibatannya dalam industri robotika melalui investasi pada sejumlah perusahaan teknologi.
Pada Agustus 2023, BYD tercatat melakukan investasi di perusahaan robotika Agibot.
Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan kepemilikan saham di Percibot pada April 2025.
Keterlibatan BYD dalam pengembangan robotika juga terlihat dari penggunaan fasilitas produksinya untuk pengujian teknologi robot humanoid.
Pabrik BYD di Changsha sebelumnya pernah menjadi lokasi pengujian robot humanoid industri Walker S1 buatan Ubtech.
Pengujian tersebut menunjukkan keterlibatan fasilitas BYD dalam pengembangan penerapan robot pada lingkungan industri.
Robot Humanoid BYD Berpotensi Digunakan di Diler Mobil
Selain sektor industri, BYD juga mempertimbangkan penggunaan robot humanoid untuk mendukung pelayanan pelanggan.
Eksekutif perusahaan sebelumnya telah menyampaikan rencana pemanfaatan robot pada jaringan diler kendaraan BYD.
Robot tersebut berpotensi digunakan untuk menyambut pelanggan yang datang ke ruang pamer kendaraan.
Selain menyambut pengunjung, robot juga direncanakan dapat memberikan penjelasan mengenai fitur-fitur kendaraan.
Kemampuan lain yang dipertimbangkan adalah membantu mendemonstrasikan sistem hiburan yang tersedia pada mobil BYD.
Penggunaan robot dalam layanan pelanggan menjadi salah satu kemungkinan penerapan teknologi embodied AI yang sedang dikembangkan perusahaan.
Namun, BYD belum mengumumkan jadwal produksi massal maupun peluncuran komersial robot humanoid yang desainnya terungkap melalui dokumen paten tersebut.
Perusahaan juga belum memastikan apakah robot terbaru itu akan menggunakan nama Xiao Di atau diperkenalkan sebagai model berbeda.
Publikasi paten pada 9 Oktober 2026 menjadi informasi terbaru mengenai arah pengembangan robot humanoid BYD di tengah perluasan investasi perusahaan dalam industri kecerdasan buatan dan robotika.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




