
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menyiapkan 92 pranata komputer untuk mengantisipasi gangguan teknis selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital Serentak 2026 yang akan berlangsung di 92 desa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati mengatakan puluhan aparatur sipil negara (ASN) tersebut akan bertugas membantu penanganan kendala teknis selama proses pemungutan suara.
Persiapan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pemilihan kepala desa berbasis digital berjalan sesuai ketentuan dan tidak mengganggu hak pilih masyarakat.
“Kita menurunkan seluruh SKPD untuk menjadi pendamping yang memastikan dan membantu para camat serta kepala desa untuk kesuksesan pelaksanaannya termasuk 92 pranata komputer,” kata Tuti di Sumedang, Minggu (18/10/2026).
Pemkab Sumedang Gelar Simulasi untuk Antisipasi Gangguan Teknis
Pemkab Sumedang mematangkan kesiapan petugas, perangkat pemilihan, serta prosedur operasional sebelum pelaksanaan Pilkades Digital Serentak 2026.
Persiapan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi di setiap kecamatan untuk mengidentifikasi kemungkinan kendala saat pemungutan suara.
Menurut Tuti, berbagai pertanyaan dan kekhawatiran yang muncul selama simulasi menjadi bahan evaluasi bagi panitia penyelenggara.
“Dengan banyaknya pertanyaan dan kekhawatiran yang diungkapkan, ini menjadi hal yang sangat baik. Semua itu akan menjadi bahan bagi panitia kecamatan, desa, maupun kabupaten untuk memitigasi risiko yang mungkin terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Pilkades Digital harus memperhatikan kepastian hukum, validasi daftar pemilih tetap, kerahasiaan pilihan masyarakat, serta keamanan sistem.
Selain itu, kesiapan petugas dan perangkat pemungutan suara menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pemilihan berbasis teknologi tersebut.
Pemkab Koordinasi dengan PLN, TNI, dan Polri
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik, Pemkab Sumedang berkoordinasi dengan PT PLN agar kebutuhan daya selama pemungutan suara tetap terpenuhi.
Pemerintah daerah juga memastikan baterai perangkat pemilihan memiliki kapasitas yang mencukupi untuk mendukung kelancaran proses pemungutan suara.
Selain menyiapkan dukungan kelistrikan, Pemkab Sumedang menyusun skenario penanganan darurat apabila terjadi gangguan pada sistem digital.
Langkah pemulihan sistem turut disiapkan dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk TNI dan Polri.
Pelibatan berbagai pihak tersebut ditujukan untuk mengantisipasi kendala yang dapat memengaruhi pelaksanaan pemilihan di tingkat desa.
Perangkat Pilkades Digital Mulai Didistribusikan 26 Oktober
Berdasarkan hasil simulasi, penggunaan sistem digital berpotensi mempercepat proses pemungutan dan penghitungan suara.
Melalui sistem tersebut, hasil pemilihan dapat diketahui secara langsung atau real-time setelah proses penghitungan dilakukan.
Pemkab Sumedang menjadwalkan distribusi perangkat pemilihan mulai Senin (26/10/2026).
Perangkat tersebut selanjutnya akan disalurkan ke tempat pemungutan suara sesuai tahapan persiapan yang telah ditetapkan.
Tuti menyatakan bahwa Pilkades Digital merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Sumedang.
Meski menggunakan teknologi digital, pelaksanaannya tetap harus menjamin legalitas, keamanan, transparansi, serta perlindungan hak pilih masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka




