HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Huawei Gandeng 14 Mitra Global Luncurkan Aliansi AI CITY untuk Percepat Transformasi Kota Cerdas

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Huawei Gandeng 14 Mitra Global Luncurkan Aliansi AI CITY untuk Percepat Transformasi Kota Cerdas
Foto: Launch of the Global AI CITY Innovation & Development Ecosystem Alliance

Pantau - Huawei bersama 14 mitra internasional meluncurkan Global AI CITY Innovation & Development Ecosystem Alliance dalam ajang Global Government AI CITY Innovation Summit di Shanghai, China, untuk memperkuat kolaborasi pengembangan kota cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI).

Peluncuran aliansi tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUAWEI CONNECT 2026 yang dihadiri lebih dari 500 peserta, termasuk perwakilan pemerintah, pakar industri, dan mitra ekosistem teknologi dari berbagai negara.

Melalui aliansi tersebut, Huawei dan para mitranya berupaya membangun ekosistem terbuka untuk mendukung pemanfaatan AI dalam pelayanan publik, tata kelola perkotaan, dan pengembangan industri digital.

Pertemuan itu mengangkat tema "Digitalize & Innovate Cities, AI Delivers Value to All Nations" dengan fokus pada pemanfaatan data dan teknologi cerdas dalam pembangunan kota.

Huawei dan 14 Mitra Bentuk Aliansi Pengembangan Kota Cerdas

Pembentukan Global AI CITY Innovation & Development Ecosystem Alliance melibatkan sejumlah organisasi dan perusahaan internasional, termasuk TIS, Egabi Solution, HMN Tech, Epoint, serta United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).

Aliansi tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama dalam bidang komputasi, pertukaran data, serta inovasi penerapan kecerdasan buatan di lingkungan perkotaan.

Huawei menyatakan kolaborasi lintas negara diperlukan untuk mempercepat pengembangan layanan publik dan infrastruktur digital yang semakin terintegrasi.

Wakil Ketua Dewan Pengawas Huawei Tao Jingwen menyampaikan bahwa kecerdasan buatan semakin banyak diterapkan dalam pembangunan kota, termasuk untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintah.

Menurutnya, kemampuan komputasi dan pengelolaan data menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi digital perkotaan.

Huawei juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah dan mitra teknologi dalam membangun infrastruktur komputasi serta sistem data yang mendukung penerapan AI.

Teknologi AI Diterapkan untuk Pelayanan Publik dan Tata Kelola Kota

Dalam pertemuan tersebut, Huawei menghadirkan perwakilan dari Angola, Arab Saudi, Ethiopia, serta sejumlah kota di China untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan kota berbasis AI.

Wakil Presiden Government Public Services Digitalization BU Huawei Simon Zou memaparkan contoh penerapan teknologi tersebut di Distrik Longgang, Shenzhen, dan Kota Shantou.

Penerapan agen AI untuk tata kelola kota disebut dapat membantu pemantauan keselamatan masyarakat, meningkatkan efisiensi pengelolaan perkotaan, dan mengurangi kebutuhan pekerjaan manual.

Huawei juga memperkenalkan konsep layanan pemerintah Chat-to-Process yang dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan berdasarkan kebutuhan mereka.

Melalui pendekatan tersebut, pelayanan publik diarahkan menjadi lebih proaktif dibandingkan sistem konvensional yang mengharuskan warga mencari informasi dan mendatangi loket pelayanan.

Selain itu, Huawei memaparkan konsep Token Factory yang memanfaatkan kemampuan komputasi lokal untuk menjaga data tetap berada di wilayah negara masing-masing.

Huawei Luncurkan Laporan Pengembangan AI CITY 2026

Huawei bersama State Information Center China turut meluncurkan AI CITY Development Research Report 2026 sebagai referensi pengembangan kota digital dan cerdas.

Laporan tersebut membahas perubahan pendekatan pembangunan kota dari sistem berbasis data menuju pemanfaatan agen AI yang terintegrasi.

Konsep AI CITY mengandalkan infrastruktur komputasi cerdas dan komputasi awan perkotaan untuk mendukung berbagai layanan bernilai tambah.

Dokumen itu juga memuat studi kasus penerapan teknologi di Shenzhen, Wuhan, dan Karamay yang dapat dijadikan referensi oleh kota lain.

Dalam pengembangan arsitektur teknologinya, Huawei memanfaatkan OpenHarmony sebagai fondasi perangkat perkotaan serta komputasi AI Ascend untuk mendukung integrasi perangkat, komputasi tepi, dan layanan awan.

Melalui pembentukan aliansi dan peluncuran laporan tersebut, Huawei menargetkan perluasan kerja sama dengan pemerintah serta mitra industri dalam pengembangan ekosistem kota cerdas.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026