HOME  ⁄  Teknologi & Sains

NASA Percepat Pengembangan Wahana Penjelajah Bulan, Siapkan Misi Pencarian Air dan Pembangunan Pangkalan Masa Depan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

NASA Percepat Pengembangan Wahana Penjelajah Bulan, Siapkan Misi Pencarian Air dan Pembangunan Pangkalan Masa Depan
Foto: (Sumber :Foto bulan (kiri) dan bulan yang diambil dari pesawat ruang angkasa Orion pada 6 April 2026. ANTARA/XINHUA/HO-NASA.)

Pantau - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mempercepat pengembangan wahana penjelajah Bulan berawak dan robotik untuk mendukung pembangunan pangkalan Bulan atau Moon Base serta keberlanjutan aktivitas manusia di permukaan satelit alami Bumi tersebut.

NASA menyiapkan misi robot penjelajah VIPER menuju Kutub Selatan Bulan pada 2027 untuk mencari air dan sumber daya lainnya yang berpotensi mendukung eksplorasi jangka panjang.

Selain itu, NASA mengembangkan kendaraan penjelajah yang mampu mengangkut astronaut, membawa peralatan, dan menjelajahi berbagai wilayah di permukaan Bulan.

Dalam keterangan terbarunya pada Selasa (20/10/2026), NASA menegaskan bahwa kemampuan mobilitas permukaan menjadi salah satu kebutuhan utama untuk mendukung aktivitas manusia di Bulan pada masa mendatang.

Pengembangan tersebut mencakup kendaraan robotik untuk penelitian ilmiah serta kendaraan berawak yang dapat digunakan dalam misi Artemis.

NASA Kirim Robot VIPER ke Kutub Selatan Bulan pada 2027

NASA menjadwalkan peluncuran misi Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER) menuju kawasan Kutub Selatan Bulan pada 2027.

Wahana robotik tersebut dirancang untuk menjelajahi kawah-kawah yang terus berada dalam bayangan dan mencari keberadaan air serta sumber daya lainnya.

Wilayah Kutub Selatan Bulan menjadi sasaran penelitian karena memiliki sejumlah kawasan yang tidak mendapatkan sinar Matahari secara langsung.

VIPER akan dikirim menuju permukaan Bulan menggunakan wahana pendarat Blue Moon Mark 1 milik perusahaan antariksa Blue Origin.

Selama menjalankan misinya, robot penjelajah tersebut diperkirakan akan menempuh jarak lebih dari 30 kilometer.

VIPER akan mengumpulkan data mengenai suhu, kondisi pencahayaan, serta karakteristik medan di wilayah yang dijelajahinya.

NASA menyatakan informasi tersebut akan digunakan untuk membantu para ilmuwan memahami asal-usul dan persebaran air di Bulan.

Hasil penelitian juga diharapkan memberikan gambaran mengenai potensi pemanfaatan sumber daya Bulan untuk mendukung kegiatan eksplorasi pada masa depan.

NASA Gandeng Astrolab dan Lunar Outpost Bangun Kendaraan Astronaut

Selain mengembangkan VIPER, NASA telah memberikan penugasan kepada Astrolab dan Lunar Outpost untuk membangun tahap pertama kendaraan penjelajah berawak.

Kendaraan tersebut dikenal sebagai Lunar Terrain Vehicle (LTV) atau kendaraan medan Bulan.

LTV dirancang untuk mendukung pergerakan astronaut di permukaan Bulan, khususnya di kawasan Kutub Selatan.

NASA menargetkan kendaraan tersebut dapat tiba di Bulan sebelum pelaksanaan misi Artemis berawak yang akan memanfaatkannya.

Blue Origin juga mendapat penugasan untuk mengirimkan kendaraan penjelajah ke Kutub Selatan Bulan paling lambat pada 2028.

Pengiriman tersebut akan dilakukan melalui program Commercial Lunar Payload Services milik NASA.

Dengan kendaraan LTV, astronaut diharapkan dapat menjangkau wilayah yang memiliki kondisi geologi berbeda untuk melakukan penelitian dan pengambilan sampel.

Kendaraan itu juga dirancang untuk membantu astronaut mengangkut peralatan selama menjalankan kegiatan eksplorasi.

Kendaraan Penjelajah Bulan Bisa Dikendalikan dari Bumi

NASA merancang LTV agar dapat dioperasikan secara langsung oleh astronaut maupun dikendalikan dari jarak jauh dari Bumi.

Kemampuan pengendalian jarak jauh memungkinkan kendaraan melakukan pemetaan dan pengamatan permukaan Bulan sebelum astronaut tiba.

Menurut NASA, LTV ditargetkan mampu menempuh jarak hingga 10 kilometer dalam satu kali pengisian daya baterai.

Kendaraan tersebut juga dirancang untuk mendukung hingga tiga kegiatan berjalan di permukaan Bulan atau moonwalk dalam setiap misi Artemis.

Selain mengangkut astronaut, LTV memiliki kapasitas untuk membawa sampel Bulan dan peralatan dengan berat hingga 80 kilogram.

Kemampuan tersebut diharapkan membantu pelaksanaan penelitian ilmiah sekaligus mendukung kebutuhan operasional astronaut.

NASA Siapkan Sistem Transportasi untuk Pangkalan Bulan Jangka Panjang

Direktur Surface Mobility Office NASA dalam Program Moon Base, Robert Pickle, menegaskan bahwa kendaraan penjelajah menjadi bagian penting dari strategi eksplorasi Bulan.

"Wahana penjelajah Bulan merupakan elemen sentral dalam strategi mobilitas permukaan kami," ujar Robert Pickle.

Menurut Pickle, kemampuan kendaraan penjelajah akan menjadi dasar pengembangan sistem transportasi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas manusia di Bulan.

Sistem tersebut nantinya diperlukan dalam pembangunan, pengoperasian, dan perluasan infrastruktur pangkalan Bulan.

NASA menilai keberadaan kendaraan robotik dan berawak akan membantu memperluas jangkauan eksplorasi sekaligus meningkatkan kemampuan pengumpulan data ilmiah.

Pengembangan VIPER dan LTV menjadi bagian dari persiapan NASA untuk mendukung keberadaan manusia di Bulan dalam jangka panjang.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026