HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Lintasarta Perkuat Kedaulatan Digital Indonesia Lewat Merdeka AI dan Infrastruktur Dalam Negeri

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Lintasarta Perkuat Kedaulatan Digital Indonesia Lewat Merdeka AI dan Infrastruktur Dalam Negeri
Foto: Ilustrasi AI

Pantau - Lintasarta memperkuat upaya mewujudkan kedaulatan digital Indonesia melalui inisiatif Merdeka AI dengan menghadirkan infrastruktur dan layanan kecerdasan buatan yang memungkinkan perusahaan mengelola data, keamanan, serta operasional bisnis sesuai regulasi nasional.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk membantu industri dalam negeri mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai kebutuhan bisnis.

Director & Chief IT Services Officer Lintasarta Ginandjar mengatakan Merdeka AI merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun fondasi digital yang mendukung kemandirian industri nasional.

“Bagi Lintasarta, Merdeka AI bukan sekadar inisiatif teknologi, melainkan komitmen untuk memperkuat kemandirian digital Indonesia. Kami ingin memastikan industri nasional memiliki akses terhadap infrastruktur dan kapabilitas AI yang andal, sekaligus tetap memiliki kendali atas data, keamanan, dan operasional bisnisnya,” ujar Ginandjar.

Melalui pengembangan infrastruktur digital yang beroperasi di Indonesia, Lintasarta berupaya memberikan akses teknologi AI sekaligus menjaga pengelolaan data perusahaan tetap berada dalam yurisdiksi nasional.

Cloudeka Dukung Pengelolaan Data di Indonesia

Lintasarta mengembangkan layanan komputasi awan atau cloud bernama Cloudeka sebagai fondasi infrastruktur digital bagi perusahaan di berbagai sektor industri.

Layanan tersebut dirancang dengan memperhatikan aspek keamanan, pengelolaan data, serta kebutuhan operasional bisnis.

Melalui layanan Sovereign AI, Cloudeka didukung pusat data yang beroperasi di Indonesia sehingga perusahaan dapat memanfaatkan infrastruktur digital dalam yurisdiksi nasional.

Penggunaan infrastruktur tersebut juga ditujukan untuk mendukung kepatuhan perusahaan terhadap hukum dan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Lintasarta menyatakan telah melayani lebih dari 30 persen perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) di Indonesia serta sejumlah perusahaan digital terkemuka.

Di sektor perbankan, pelanggan Lintasarta mencakup seluruh bank nasional, berbagai bank swasta, bank syariah, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Sementara itu, layanan perusahaan juga digunakan oleh pelaku industri energi serta minyak dan gas bumi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Lintasarta Raih Sertifikasi Tata Kelola AI

Dalam penguatan tata kelola teknologi, Lintasarta memperoleh sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 untuk Artificial Intelligence Management System (AIMS) dari TÜV SÜD Indonesia pada Oktober 2026.

Menurut keterangan perusahaan, pencapaian tersebut menjadikan Lintasarta sebagai perusahaan teknologi informasi dan komunikasi nasional pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi tersebut.

Sertifikasi itu menjadi bagian dari upaya Lintasarta menerapkan pengelolaan AI secara sistematis dan bertanggung jawab.

Perusahaan menilai penerapan tata kelola yang baik diperlukan agar pemanfaatan kecerdasan buatan dapat berjalan sejalan dengan kebutuhan industri dan ketentuan nasional.

Merdeka AI Summit Perkuat Kolaborasi Industri

Sebagai bagian dari pengembangan inisiatif Merdeka AI, Lintasarta berencana menyelenggarakan Merdeka AI Summit: Cloudeka Sovereign for Future Enterprise.

Forum tersebut akan mempertemukan unsur pemerintah, pelaku industri, serta ekosistem teknologi untuk memperkenalkan kemampuan AI Lintasarta.

Kegiatan itu juga ditujukan untuk mendorong kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan sesuai kebutuhan industri dan prioritas nasional.

“Merdeka AI adalah upaya membangun kemampuan dari dalam negeri agar perusahaan memiliki fondasi sesuai prioritasnya. Di Merdeka AI Summit, kami akan menunjukkan bagaimana Lintasarta mengadopsi keahlian global dengan tetap mengutamakan kendali atas data dan operasional di Indonesia, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan peluang AI sambil menjaga kedaulatan digital,” tutup Ginandjar.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026