Dinkes Bukittinggi Imbau Warga Jangan Salah Kasih Obat ke Pasien Gagal Ginjal Akut

Headline
Ilustrasi pegawai mengumpulkan sejumlah obat sirup yang mengandung paracetamol pada salah satu minimarket di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (19/10/2022). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU

Pantau – Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi mengingatkan agar masyarakat jangan salah memberikan obat kepada anak-anak untuk mencegah kasus gagal ginjal akut.

“Waspada, ini penyakit berbahaya yang bisa menimpa anak anak kita, jangan sampai salah dan sembarangan memberi obat kepada anak, kepada warga kami imbau untuk memberikan obat yang sesuai resep dokter pada anak yang tengah sakit. Jangan sembarangan,” kata Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, Jumat (21/10/2022).

Ia memerintahkan kepada seluruh instansi kesehatan agar tetap waspada dan memberikan pengawasan dan sosialisasi yang harus ditingkatkan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bukittinggi, Linda Faroza mengatakan, pihaknya meningkatkan pengawasan terkait hal ini dan mengungkap belum ditemukan kasus terbaru di RSUD.

“Sejauh ini belum ada laporan terkait kasus ini di RSUD Bukittinggi, tapi kita tetap tingkatkan kewaspadaan, beberapa kasus yang terungkap ada di Rumah Sakit M. Djamil Padang,” kata Linda Faroza.

Ia mengatakan tetap menunggu arahan dari pusat maupun provinsi untuk menyikapi kasus ini.

“Kami gencarkan edukasi ke tengah masyarakat, jika menemukan gejala tidak biasa pada anak, orang tua diharap segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat,” jelas Linda.

Selain itu Dinkes Bukittinggi mengimbau orang tua tidak sembarangan memberikan obat kepada anak tanpa rekomendasi dari dokter.

“Intinya kita tetap mencermati perkembangan yang terjadi setiap saat,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinkes Sumbar mengumumkan sebanyak 12 anak meninggal dunia akibat mengidap kasus gagal ginjal akut misterius.

Kasus ini didominasi anak usia satu hingga lima tahun dengan gejala klinis berupa demam, diare dan infeksi saluran pernafasan dengan gejala yang berkembang menjadi gagal ginjal.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino
Penulis
Khalied Malvino