Gibran Siap Tanggungjawab Insiden Kebakaran RSJD Arif Zainudin Solo

Headline
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: Istimewa)Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (Foto: Istimewa)

Pantau – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan akan bertanggungjawab atas kebvakaran Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Arif Zainudin Solo yang mengakibatkan 2 pasien meninggal dunia.

“Nanti kami monitor terus ya,” kata Gibran usai membuka International Wellness Tourism Conference and Festival di Hotel Alila Solo, Jumat (5/8/2022).

Gibran dan jajarannya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) terkait kebakaran ini, mengingat RSJD Arif Zainudin Solo dikelola oleh Pemprov Jateng.

“Nanti dilaporkan ya. Nanti kami tanggung jawab,” katanya.

Gibran juga mengaku akan menelusuri penyebab kebakaran tersebut. Nantinya juga akan ada evaluasi jika penyebab sudah diketahui.

“Kami telusuri dulu penyebabnya, nanti kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, RSJD Arif Zainudin Solo, Jawa Tengah dilalap ‘Si Jago Merah’ hingga mengakibatkan 2 pasien meninggal dunia dan beberapa orang terluka.

Kebakaran ini terjadi pada pukul 04.00 WIB. Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadisdamkar) Kota Solo, Sutarjo baru menerima laporan peristiwa ini hampir satu jam kemudian.

“Iya, kami menerima laporan tersebut sekitar pukul 04.55 WIB,” kata Sutarjo kepada wartawan.

Saat di lokasi kejadian, Damkar berhasil memadamkan api kurang lebih 30 menit. 4 unit mobil Damkar dikerahkan ke lokasi kebakaran.

“Kami terjunkan empat armada, api padam sekitar 30 menit,” ungkapnya.

Sutarjo membeberkan, ada dua pasien yang terjebak dalam ruangan yang terbakar. Sementara itu, ia belum mengetahui penyebab kebakaran.

“Kami menerima laporan adanya dua orang meninggal dunia dalam sebuah ruang yang terbakar. Namun bukan kewenangan kami untuk melakukan evakuasi,” imbuhnya.

“Penyebabnya belum diketahui,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur dan Kepala Bagian Umum RSJD Arif Zainudin, Joko Mulyono yang mengungkapkan, dua pasien tewas terpanggang berasal dari Karanganyar dan Blora.

“Pasien meninggal atas nama YA (30), pasien dari Dinsos Karanganyar dan inisial YR (33) pasien dari Blora,” kata Joko.

“Sementara itu dua orang pasien lainnya mengalami luka bakar berat dengan inisial AH (44) dan IB (25) serta satu orang pasien mengalami luka bakar ringan atas nama MA (44),” ujarnya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino