Jakarta Direncanakan hanya Dipimpin Gubernur tanpa Wali Kota dan Bupati

Headline
kawasan Monas diamati dari Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (22/11/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Pantau – Jika status DKI di Jakarta sudah dicopot, maka akan ada perubahan birokrasi yang sangat mendasar. Jakarta direncanakan hanya dipimpin seorang gubernur tanpa wali kota dan bupati.

“Jadi sistem pemerintahan ke depan Jakarta tetap seperti hari ini, sebuah provinsi yang dikepalai oleh seorang gubernur dan kemudian tidak perlu ada bupati atau wali kota,” kata Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (24/11/2022).

Suharso mengatakan Jakarta akan dipertahankan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi. Namun dengan tanpa kepala daerah tingkat dua, diharapkan Jakarta semakin lincah.

“Pemikiran kami ke depan adalah bagaimana struktur organisasi yang lebih lincah, yang bisa menjadi panutan teladan pemerintahan yang lain,” ujar Suharso.

Suharso juga sudah memberi sejumlah masukan kepada Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Masukan terkait tata ruang dan wilayah dan upaya bersinergi dengan Bappenas.

Tim Pantau
Editor
Muhammad Rodhi
Penulis
Muhammad Rodhi