Usai Sakit 10 Hari, Bocah SD di Malang malah Dikeroyok Kakak Kelas

Headline
Ilustrasi (Foto: Pixabay)Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau – MWF (7), seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) diduga menjadi korban pengeroyokan kakak kelas di Malang, Jawa Timur. MWF ditendang di bagian kepala dan dada.

“Berdasarkan laporan keluarga, korban mendapat penganiayaan dengan cara ditendang di bagian kepala dan dada,” kata Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik kepada wartawan seperti dilansir dari Detik Jatim, Kamis (24/11/2022).

Ahmad menjelaskan pihaknya sedang menunggu hasil visum. Dari sana, pihaknya akan bisa menjelaskan lebih detail soal laporan terkait dugaan penganiayaan ini.

Ayah korban, Edi Subandi telah membuat laporan ke Polres Malang pada Selasa (22/11/2022). Edi menjelaskan anaknya baru masuk sehari pada Jumat (11/11/2022) usai 10 hari izin karena sakit tifus.

“Karena baru sakit, kondisinya belum sembuh total tapi masuk sekolah di SDN 1 Jenggolo,” ujar Edi.

Edi merasa aneh saat hari tersebut anaknya kurang terlambat. Kemudian anaknya pulang diantar seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar Bendungan Sengguruh.

“Menurut pengakuan anak saya, di parkiran diseret tiga atau empat anak, kita kurang jelas, diseret ke Bendungan Sengguruh. Dianiaya di situ. Ditendang kepalanya, dadanya, sempat sesak napas,” terang Edi.

“Habis itu, ditinggalkan, agak lama, ditemukan orang yang mencari rumput. Kemudian ditanya, kenapa adik kok belum pulang, tidak berani menyeberang. Dan dibantu hingga kemudian anak saya pulang ke rumah. Sampai rumah itu menangis,” sambungnya.

Keesokan harinya, MWF mengalami muntah tanpa henti dan sakit di bagian kepala. Edi merasa sakit tifus MWF kembali kambuh.

“Dibawa ke bidan langganan, dua hari kemudian agak reda. Tapi tiga hari kemudian pusing tidak tertolong dan mengalami kejang-kejang,” ucapnya.

Tim Pantau
Editor
Muhammad Rodhi
Penulis
Muhammad Rodhi