Pantau Flash
Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru, Rp26.000 per Gram
Club Brugge Dinyatakan Juara Liga Begia
Gagal Jantung dan Terinfeksi Korona, Komedian Eddie Large Meninggal Dunia
Para Eksportir Belum Diwajibkan Konversi Dolar ke Rupiah
Fit and Proper Test Cawagub DKI Jakarta Direncanakan Hari Ini

18 Tahun Bangun 677 Ribu Unit, Apartemen di Australia Banyak Yang Cacat

18 Tahun Bangun 677 Ribu Unit, Apartemen di Australia Banyak Yang Cacat Apartemen dengan dua kamar tidur di pinggiran Kota Sydney kini dijual hingga sekitar Rp 9 miliar per unit (Foto: ABC News/Nick Sas)

Pantau.com - Dalam dua dekade terakhir, Australia mengalami booming pembangunan apartemen. Pemerintah telah memberi kelonggaran, menghapus birokrasi dan memperkenalkan sertifikasi swasta bagi industri bernilai 141 miliar dolar lebih.

Tetapi ketika penghuni kompleks apartemen Opal dan Maskot Tower di Sydney dievakuasi karena adanya keretakan struktural, muncullah sorotan atas kualitas gedung-gedung tinggi tersebut.

Sejumlah pakar menjelaskan kepada Program Four Corners ABC, bahwa permasalahan ini terjadi di seluruh Australia. Banyak apartemen yang dibangun dalam 20 tahun terakhir cenderung memiliki cacat.

Seberapa buruk permasalahannya?

Menurut data Brio Statistik Australia (ABS), secara nasional ada 667.394 apartemen, flat atau unit yang dibangun dari akhir tahun 2000 hingga Maret tahun 2019.

Sebuah studi dari Universitas Deakin dan Universitas Griffith mensurvei kualitas bangunan di negara bagian pantai timur Australia. Hasilnya, lebih dari 70 persen memiliki minimal satu cacat. Semua yang disurvei adalag bangunan setelah 2003.

Penulis laporan studi itu, Dr Nicole Johnston, menjelaskan bahwa cacat bangunan bertingkat tinggi menjadi masalah di setiap negara bagian dan teritori.

"Hal ini sistemik dan menjangkiti banyak bangunan di seluruh negeri ini. Cacat bangunannya sangat jelas dan menonjol. Kita punya masalah serius di sini," katanya.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, UMP 2019 Enggak Sampai Rp3 Juta Lho

"Jika pemerintah berpura-pura seakan masalah ini tidak terjadi, itu jelas tidak bertanggung jawab,"

Menurut data ABS, ada 259.580 apartemen baru di New South Wales sejak tahun 2000. 90 persen bangunan di New South Wales tersebut disurvei oleh Universitas Deakin dan Universitas Griffith dan ditemukan setidaknya satu cacat di berbagai lokasi.

Studi ini menemukan bahwa kondisi cacat yang paling umum yaitu masalah kedap air, disusul masalah sistem keamanan untuk bahaya kebakaran. Menurut ABS, sebanyak 174.896 apartemen baru dibangun di negara bagian Victoria sejak tahun 2000.

Studi Universitas Deakin dan Universitas Griffith mensurvei bangunan apartemen yang dibangun antara tahun 2008 dan 2017 dan menemukan 74 persen di antaranya memiliki cacat.

Sementara itu di Queensland, sebanyak 143.704 apartemen baru telah dibangun sejak tahun 2000. Studi yang sama mensurvei sejumlah bangunan apartemen yang dibangun antara tahun 2008 dan 2017 dan menemukan 71 persen di antaranya memiliki cacat.

Baca juga: Fix! Donald Trump Tegaskan AS Tak Akan Berbisnis Dengan Huawei

Dr Nicole Johnston menjelaskan, ketika kondisi bangunan cacat itu ditemukan, biasanya merupakan problem kronis di seluruh bangunan.

“Tidak terbatas pada satu tipe atau satu bagian bangunan saja. Tapi menyebar ke berbagai lokasi terkait bagaimana bangunan tersebut dibangun,” jelasnya.

Di Australia Barat, terdapat 39.680 apartemen baru yang dibangun sejak tahun 2000. CEO Property Council of Australia Ken Morrison mengakui tidak kaget dengan temuannya banyaknya bangunan apartemen di negara ini yang memiliki kondisi cacat.

"Ketika membuat sesuatu yang sangat rumit seperti membangun apartemen gedung tinggi, pasti ada hal-hal yang perlu diperbaiki," katanya.

Sebanyak 14.418 apartemen baru dibangun di Australia Selatan sejak tahun 2000. Di Tasmania jumlah hanya 1.849 apartemen. Sedangkan di ACT berjumlah 26.116 apartemen. Di Northern Territory sebanyak 7.150 apartemen baru telah dibangun sejak tahun 2000.

Insinyur bangunan John Scott kini menghadapi penyelidikan setelah sembilan bangunan di Kota Darwin dan Palmerston ditemukan tidak mematuhi standar konstruksi nasional.

Baca juga: Sri Mulyani Ceritakan Keluarga PNS Meninggal Butuh 2 Tahun Terima Tunjangan

Saat ini, ada rencana membangun 140.000 lebih apartemen di seluruh Australia. Namun tak ada jaminan semua itu dibangun sesuai peraturan ketat yang direkomendasikan dalam laporan terbaru mengenai standar bangunan.

Laporan disusun oleh pengacara Bronwyn Weir dan mantan PNS senior Peter Shergold, yang mendapat tugas dari pemerintah.

Ada 24 rekomendasi mereka, termasuk tindakan tegas terhadap pelaku sertifikasi swasta, serta pendaftaran semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan.

Pada pertemuan Juli lalu, menteri urusan bangunan Australia dan menteri dari negara bagian sepakat melaksanakan reformasi di sektor ini.

Bronwyn Weir mengingatkan rekomendasinya itu tidak akan memperbaiki permasalahan di 667.394 apartemen yang dibangun dalam dua dekade terakhir.

"Banyak bangunan yang ada memiliki kondisi cacat di dalamnya," katanya.

"Akan muncul masalah warisan pada saatnya dan saya curiga muncul masalah warisan yang belum kita sadari sepenuhnya," ungkapnya.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: