Pantau Flash
Polisi Jerat 'Gilang Bungkus' dengan Pasal Perbuatan Tidak Menyenangkan
Juventus Resmi Pecat Maurizio Sarri
TikTok Ancam Tempuh Jalur Hukum Usai Diblokir Donald Trump
Pemerintah Beri Santunan Rp300 Juta untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Korona
Update COVID-19: Bertambah 2.277 Kasus, Total Sudah 123.503 Positif

260 Orang Diterjunkan Pantau Harga Sembako, Semoga Ada Dampaknya

260 Orang Diterjunkan Pantau Harga Sembako, Semoga Ada Dampaknya Pedagang di pasar tradisional (Foto: Pantau.com/Ferry Heryadi)

Pantau.com - Jika sebelumnya Kementerian Petanian dan Perum Bulog melakukan inspeksi harga sembako di Pasar Induk Beras Cipinang, kali ini Kementerian Perdagangan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menurunkan sekitar 260 orang ke pasar untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga bahan pokok di seluruh daerah di Indonesia.

Semoga ada perubahan ya sobat Pantau dengan adanya petugas yang memang bertugas mengamati pergerakan harga di pasaran ya. 

"Kalau ada pasokan yang kurang, harus mencari cara untuk memasok barang yang kurang, sehingga tidak ada alasan harga barang naik. Dan itu dibuktikan dari tingkat inflasi berturut-turut yang terjaga," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Menurut Karyanto, Disperindag mempunyai kewajiban untuk memberikan laporan dan terjun langsung, sehingga apabila terjadi surplus bahan pokok, maka bisa dialokasikan untuk daerah lain yang kekurangan.

Baca juga: Millennials Pasti Sering Keliru, Deretan Merek Sepatu ini Asli Indonesia Lho

Dalam hal ini, lanjut Karyanto, Kemendag ingin memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok di seluruh daerah dapat terjaga sehingga tidak terjadi kenaikan harga.

"Kalau bahan pokok tersedia kan harga tidak mungkin naik," ungkap Karyanto.

Untuk itu, ia mengimbau penjual bahan pokok tidak berbuat curang, misalnya dengan menimbun bahan pokok, karena Kemendag akan menindak tegas.

"Kami bekerja sama dengan satgas pangan, kalau terjadi kenaikan harga barang di suatu tempat, dan ternyata ada penimbunan, itu akan di blacklist. Nama penjual atau pengusahanya juga akan kita blacklist," ujar Karyanto.

Baca juga: Robot Jadi News Anchor, Perusahaan Televisi Mungkin Bisa Hemat Gaji Presenter

Menurut Karyanto, Kemendag juga tengah mengembangkan sebuah teknologi agar setiap daerah mampu melaporkan ketersediaan bahan pokoknya di pasar.

"Ini sedang kami kaji, nanti kami sampaikan," pungkasnya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: