Pantau Flash
Kapal 10 Penumpang Tenggelam di Perairan Halmahera, 1 Orang Hilang
Puan Maharani Soal Kepercayaan Publik: Perilaku 1 Anggota DPR Berpengaruh!
Survei Median: Prabowo Ungguli Anies Jika Pilpres Digelar Hari Ini
KKP Targetkan 41.000 Kelompok Usaha di 2020 Diberikan Penyuluhan
Rano Karno Terima Uang Rp1,5 Miliar dari Tubagus Chaeri Wardana?

5 Alasan Milenials Pilih Jadi Karyawan Ketimbang Wirausaha

5 Alasan Milenials Pilih Jadi Karyawan Ketimbang Wirausaha Ilustrasi para pekerja kantoran dalam membangun relasi. (Foto: Sperton)

Pantau.com - Ada suatu fenomena menarik di generasi milenial atau mereka yang berusia antara 20—30 tahun. Dalam hal menentukan masa depan, generasi instan ini akan memilih antara bekerja sebagai karyawan atau menjadi wirausaha.

Memang pada umumnya, terdapat kecenderungan bagi generasi milenial untuk memilih menjadi bos bagi diri sendiri alias berwiraswasta dibandingkan menjadi seorang profesional di kantoran atau yang kerap disebut sebagai pegawai.

Seperti contoh kisah keberhasilan Steve Jobs dengan Apple, maupun Mark Zuckerberg dengan Facebook menjadi iming-iming tersendiri bagi para milenial untuk menjadi wiraswasta dan terus bergelut membangun usaha rintisan yang disebut start-up.

Baca juga: 5 Ciri Kerja Para Milenial yang Harus Diperhatikan Perusahaan

Bagi mereka, sebaik-sebaiknya suatu keadaan adalah tidak perlu diperintah orang lain dan dapat menentukan nasib sendiri dengan usahanya. Terbukti, saat ini di Indonesia sudah ada lebih dari 992 start-up berdasarkan Mapping & Database Startup Indonesia 2018 dari Indonesia Digital Creative Industry Society,

Sebelum mengikuti jejak para penggelut dunia usaha rintisan ini, Sobat Pantau sebaiknya menyadari pro dan kontra atas keputusan bekerja atau berwiraswasta. Terkadang ada suatu keadaan di mana lebih baik menjadi seorang karyawan biasa yang memiliki jiwa profesionalitas tinggi dibandingkan menjadi wiraswasta yang tidak memiliki perencanaan matang.

Tidak sedikit dari generasi milenial yang realistis lebih memilih jalan untuk bekerja sebagai pegawai ketimbang berwirausaha. Berikut ini 5 alasan yang mendasari lebih baik jadi karyawan daripada Wirausaha:


ilustrasi ambil uang di ATM. (Foto: Getty images)

1. Penghasilan yang Lebih Pasti

Ketika memutuskan menjadi bos bagi diri sendiri, kamu mungkin bisa memperoleh pendapatan finansial yang luar biasa. Namun, bisa juga sebaliknya. Alih-alih memperoleh penghasilan yang cukup, kamu harus ikhlas bahwa modal kian lama kian tergerus karena rugi yang terus-menerus. Intinya, penghasilan menjadi tidak pasti.

Berbeda jika kami memilih menjadi seorang profesional. Penghasilan yang lebih pasti bisa diperoleh dengan periode yang pasti pula, misalnya sebulan sekali. Beberapa wirausaha menganggap gaji sebagai seorang karyawan sulit berkembang secara drastis. 

Namun, ingatlah ini jauh lebih baik daripada rugi yang terus menerus. Lagipula, apabila gaji kamu tidak memadai di suatu perusahaan, kamu bisa memilih perusahaan lain yang berani membayar lebih terhadap keahlianmu.


2. Belajar dari yang Berpengalaman

Ketika terburu-buru menjadi seorang wirausaha agar tidak perlu diperintah orang lain, kamu mengabaikan suatu fakta bahwa terkadang pengalaman lebih dibutuhkan dibandingkan keahlian setinggi apapun. 

Dengan pengalaman yang cukup, kamu bisa memiliki beberapa pilihan sebagai solusi untuk menghadapi sebuah masalah. Sebaliknya, karena kurang pengalaman, menurut Forbes, banyak start-up yang hanya bertahan selama 18 bulan.

Menjadi seorang profesional akan membuatmu lebih dekat dengan pengalaman tersebut. Tidak hanya pengalaman diri sendiri. Kamu pun bisa belajar banyak dari orang-orang di kantor yang jauh lebih berpengalaman. Dari mereka juga, keahlianmu bisa berkembang pesat.


ilustrasi jam kerja. (Foto: Law Donut)

3. Jam Kerja yang Lebih Jelas

Ada suatu alasan ketika seseorang memutuskan menjadi bos bagi dirinya sendiri, yakni karena ingin memiliki waktu bebas yang lebih berguna beristirahat maupun berinteraksi dengan keluarga dan orang-orang kesayangan.

Sayangnya, mimpi tersebut kerap tidak bisa ditemui para wirausaha. Faktanya di lapangan, waktu kerja para pengusaha kerap sangat fleksibel, bahkan harus tersedia 24 jam dalam sehari. Apalagi khususnya bagi mereka yang tengah membangun usaha.

Sebaliknya, ketika menjadi seorang profesional biasa atau karyawan kantoran, jam kerja kamu akan menjadi lebih jelas. Saat ini di Indonesia, ada peraturan bahwa jam kerja pekerja berkisar 40 jam per minggu. Kalaupun lebih, itu berarti kamu akan mendapat uang lembur. 

Sisa waktu yang kamu punya pun akhirnya bisa dipergunakan untuk mengembangkan hobi ataupun membentuk quality time bersama keluarga dan teman-teman.

Setiap pilihan memiliki risikonya masing-masing. Karena itu, kamu tetap harus hati-hati dan mencari segala informasi untuk mendukung keputusan bekerja atau berwirausaha.

Baca juga: 5 Keuntungan yang Didapatkan saat Bekerja di Startup


4. Lebih Banyak Peluang Karir yang Tersedia

Perusahaan memberikan jenjang karir kepada seluruh karyawan yang kompeten dan berprestasi. Menyelesaikan serangkaian pekerjaan dalam waktu yang lebih cepat dapat membantumu mendapatkan peluang karir dengan gaji yang lebih besar. Biasanya kamu akan mendapatkan kesempatan tersebut setelah bekerja selama 2-3 tahun.


koneksi para pekerja kantoran. (Foto: sperton)

5. Membangun Jejaring untuk Masa Depan

Selama menjadi karyawan kamu akan bertemu dengan berbagai orang penting. Dimulai dari eksekutif senior, pimpinan perusahaan lain, bahkan elit-elit pemerintah. Melalui pengalaman ini, kamu berpeluang membangun jejaring untuk karir masa depan. 

Membangun jejaring merupakan salah satu alasan memilih menjadi karyawan untuk sebagian orang yang ingin membuka usaha di masa yang akan datang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Dari berbagai sumber
Editor
Nani Suherni
Penulis
Kontributor - RZS
Category
Ekonomi

Berita Terkait: