Pantau Flash
ICW: Pernyataan Jokowi Jadi Teguran Keras Buat Yasonna
Keluyuran saat Pandemi Korona, 20 Orang Diamankan Polisi di Jakarta Utara
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal

5 Organisasi Bentukan Jepang yang Paling Diingat saat Ujian Sejarah

5 Organisasi Bentukan Jepang yang Paling Diingat saat Ujian Sejarah Tentara Jepang melatih pemuda Indonesia di kesatuan PETA, 1943. (Foto: Het Nationaal Archief)

Pantau.com - Indonesia resmi berusia 74 tahun. Merdeka pada 17 Agustus 1945 tentu bukan menjadi perjuangan yang abal-abal bagi para Indonesia. Dari dijajah Belanda hingga Jepang, Indonesia akhirnya bisa merdeka mutlak!.

Dari perjuangan itu, kita bisa kembali pada sejarah penjajahan Jepang yang saat itu dibilang lebih kejam dari Belanda. Tak hanya memeras sumber daya alam tenaga rakyat Indonesia yang diperas (kerja paksa/romusha), para pemuda Indonesia diwajibkan mengikuti organisasi latihan militer untuk membantu Jepang menghadapi sekutu.

Berikut 5 organisasi militer dan semi militer bentukan Jepang, tentunya sobat Pantau yang suka pelajaran sejarah pasti udah di luar kepala deh;

Baca juga: Lama Tak ada Kabar, Freeport Rupanya Tak Ekspor Konsentrat Selama 3 Bulan

1. Heiho

Dikutip dari Ensiklopedia Nasional Indonesia (ed. 1989), Heiro adalah pasukan yang terdiri dari bangsa Indonesia yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia pada masa Perang Dunia II. Pasukan ini dibentuk berdasarkan instruksi Bagian Angkatan Darat Markas Besar Umum Kekaisaran Jepang pada tanggal 2 September 1942 dan mulai merekrut anggota pada 22 April 1943.

Heiho pada awalnya dimaksudkan untuk membantu pekerjaan kasar militer seperti membangun kubu dan parit pertahanan, menjaga tahanan, dll. Dalam perkembangannya, seiring semakin sengitnya pertempuran, Heiho dipersenjatai dan dilatih untuk diterjunkan di medan perang, bahkan hingga ke Morotai dan Burma.

Menjelang akhir pendudukan Jepang di Indonesia, jumlah pasukan Heiho diperkirakan mencapai 42.000 orang dengan lebih dari setengahnya terkonsentrasi di pulau Jawa. Heiho dibubarkan oleh PPKI setelah Jepang menyerah pada Belanda dan sebagian anggotanya dialihkan menjadi anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR).

2. PETA

Tentara Sukarela Pembela Tanah Air atau PETA adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang di Indonesia dalam masa pendudukan Jepang. Tentara Pembela Tanah Air dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jendral Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan Peta dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai.

Tentara PETA telah berperan besar dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh nasional yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Veteran-veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi militer Indonesia, antara lain setelah menjadi bagian penting dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga akhirnya TNI. Karena hal ini, PETA banyak dianggap sebagai salah satu cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia.

Baca juga: 5 Perubahan Energi Jika Mobil Listrik Siap Mengaspal di Indonesia

3. Gakukotai (Laskar Pelajar)

Menjelang Jepang terpuruk kalah tanpa syarat dalam Perang Dunia II, untuk memperkuat posisinya di Indonesia Jepang melatih rakyat dengan latihan kemiliteran. Tidak ketinggalan pemuda, pelajar dan mahasiswa. Pasukan pelajar dan mahasiswa yang dibentuk oleh Jepang disebut dengan "Gakukotai".

4. Seinendan (Barisan Pemuda)

Dibentuk pada tanggal 29 April 1943, tepat pada hari ulang tahun Kaisar Jepang oleh Jepang. Organisasi ini bertujuan untuk mendidik dan melatih para pemuda agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatannya sendiri. Namun, sebenarnya maksud tersembunyi pembentukan organisasi tersebut adalah untuk mendapatkan tenaga cadangan sebanyak-banyaknya yang diperlukan bagi kemenangan perang Jepang.

Awalnya Seinendan beranggtakan pemuda Asia yang berusia antara 15-25 tahun, kemudian diubah menjadi 14-22 tahun. Pada awalnya anggota Seinendan sebanyak 3.500 orang yang berasal dari seluruh Jawa. Jumlah tersebut berkembang menjadi 500.000 orang pemuda pada akhir masa pendudukan Jepang.

5. Fujinkai (Himpunan Wanita)

Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas wanita yang berumur 15 tahun ke atas. Fujinkai ini bertujuan memberikan latihan – latihan kemiliteran pada wanita berusia minimum 15 tahun. Tugas Fujinkai adalah ikut memperkuat pertahanan dengan cara mengumpulkan dana wajib berupa perhiasan, hewan ternak, dan bahan makanan untuk kepentingan perang.

Baca juga: Bos Amazon Pepet Terus Orang Terkaya di India, Persaingan Bisniskah?

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: