Pantau Flash
Jokowi Bakal Lantik Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri pada 27 Januari
Pimpinan MPR Dukung Peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang
COVID-19 RI per 25 Januari: Total Kasus Positif Mencapai 999.256
Aneh tapi Nyata, Kisah Diki Jenggo yang Mati Suri Dua Kali Padahal Sempat Membusuk
LaporCovid-19: Ada 34 Pasien Covid Ditolak RS karena Penuh

5 Skill yang Harus Dimiliki Calon Ekonom Versi Sri Mulyani

5 Skill yang Harus Dimiliki Calon Ekonom Versi Sri Mulyani Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Jika sobat Pantau ingin menjari ekonom handal, kalia bisa catat dan praktekkan saran dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati nih.

Dalam kuliah umum Pengantar Ilmu Ekonomi dengan tema "What is Economics?" wanita yang berulang tahun pada 26 Agustus lalu ini menyebutakn ada 5 (lima) keahlian (skill) yang diperlukan untuk menjadi seorang calon ekonom. 

Lima keahlian itu adalah berfikir kritis (critical-thinking skills), analitis (analytical skills), kemampuan matematika (math skills), kemampuan menulis (writing skills), dan kemampuan komunikasi verbal (oral communication skills).

"Ada lima skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang economist yaitu critical-thinking skills, analytical skills, math skills, writing skills, dan oral communication skills,” ujarnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia di Depok, Senin (2 September 2019). 

Baca juga: China Adukan Tarif Tambahan AS ke WTO

Ia melanjutkan pemaparannya tentang opportunity cost, yaitu kesempatan atau peluang yang hilang jika kita memilih suatu hal atau kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi, dan dalam hal pilihan yang akan kita pilih tersebut, kesempatan yang hilang tadi dianggap sebagai biaya peluang.

Contohnya, saat mahasiswa memilih berkuliah di Universitas Indonesia dibandingkan dengan universitas lain. Contoh lainnya, pedagang bubur ayam di UI memutuskan untuk tidak membuat menu sarapan lainnya karena mereka tahu bahwa mahasiswa FEB UI lebih memilih untuk sarapan dengan bubur ayam. 

Baca juga: Harga Minyak di Asia Turun Karena Pengaruh Perang Dagang AS-China

Dari contoh di atas, seorang entrepreneur akan memasok lebih banyak nasi dan ayam karena banyak permintaan akan dua produk tersebut.

"Why you have to make a choice and you have to make a decision from that choice," jelasnya. 

Ia menegaskan bahwa mahasiswa/i FEB UI harus bisa menjelaskan permasalahan ekonomi dengan prinsip-prinsip ekonomi meskipun tidak semuanya bisa diselesaikan dengan prinsip-prinsip ekonomi karena ada aspek politik, sosial, dan budaya yang perlu dipertimbangkan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: