Pantau Flash
Sri Mulyani Usul Minuman Manis dalam Kemasan Jadi Objek Cukai
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Emas ke Level Tertinggi
Ketua DPRD Sebut Surat Anies Baswedan Soal Formula E Ilegal
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

5 Tips Menumbuhkan Bisnis Kecil yang Menawarkan Sebuah Nilai di Masa Depan

5 Tips Menumbuhkan Bisnis Kecil yang Menawarkan Sebuah Nilai di Masa Depan Menjalankan bisnis kecil harus fokus mencari pasar baru. (Foto: Getty images)

Pantau.com - Jika Anda sebagai pengusaha newbie atau pemilik usaha kecil yang ingin tumbuh, sebaiknya menjauh dari persaingan. Jangan mencoba-coba melawan pemain besar yang mapan dengan memiliki sumber daya keuangan dan pemasaran yang besar.

Sebaliknya, untuk menumbuhkan bisnis, Anda harus fokus menciptakan pasar baru. Banyak perusahaan kecil yang sukses tumbuh cepat tanpa harus berhadapan dengan persaingan sama sekali. 

Mengapa melawan Goliath tidak harus dilakukan? Alih-alih, perusahaan kecil, pemula atau solopreneur, belajarlah untuk bersaing lewat sebuah kreasi dan menumbuhkan bisnis dengan menawarkan nilai yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada pembeli Anda. Langkah apa saja yang harus dilakukan, berikut ini langkah menumbuhkan bisnis kecil seperti di kutip Pantau.com dari Blueoceanstrategy.

1. Lihat Gambaran Besarnya

Langkah pertama yaitu memiliki pemahaman yang jelas tentang posisi Anda. Untuk melakukan ini, Anda perlu menggambar sebuah kanvas strategi dan alat analitik.

Kanvas strategi ini akan memberi Anda gambaran besar tentang kondisi saat ini dalam sebuah target industri. Anda akan dapat melihat dengan jelas batas-batas definisi industri tanpa tersesat dalam detail operasional kecil.

Dengan menggambar kanvas strategi apa adanya, Anda akan menangkap pada satu kondisi permainan saat ini, asumsi industri bertindak, serta serangkaian faktor pemain yang bersaing. Ini akan memberi kamu dan tim mendapatkan garis dasar yang disepakati bersama untuk mendapatkan ide-ide segar. Di bawah ini adalah contoh kanvas strategi apa adanya dari industri sebuah penggalangan dana. Seperti yang Anda lihat, profil strategis dari penggalangan dana yang kecil, kurang lebih mencerminkan seperti lembaga amal dengan dana besar secara tradisional. 

Semua badan amal ini juga bersaing pada faktor-faktor yang sama, melakukan kegiatan penggalangan dana yang hampir sama, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan dari sektor pendonor.

Kim & Mauborgne, Blue Ocean Shift

2. Bayangkan Dimana Posisi Anda Berada

Langkah selanjutnya adalah membayangkan di mana perusahaan Anda berada. Jika kamu menjalankan bisnis kecil atau perusahaan baru yang dihadapkan dengan persaingan yang ketat, permintaan yang menurun dan biaya yang meningkat, jangan menganggap praktik industri ini sebagai hal yang wajar.

Jangan biarkan struktur industri membentuk strategi kamu karena masing-masing perusahaan menciptakan kondisi industri yang ada, masing-masing badan usaha juga dapat membentuknya, termasuk usaha kecil. 

Lihat saja industri pelatihan di Amerika Serikat. Ini adalah industri senilai 2 miliar dollar yang tidak ada pada 25 tahun yang lalu. Kini, ini adalah profesi dengan pertumbuhan tercepat kedua di Amerika, profesi dan industri yang sepenuhnya diciptakan oleh solopreneur.

Sama seperti perusahaan individual yang menciptakan kondisi industri yang ada, perusahaan individual juga dapat membentuknya, termasuk bisnis kecil.

Untuk mengidentifikasi peluang menumbuhkan bisnis kecil kamu tidak perlu menjadi sosok jenius kreatif lho. Kamu hanya perlu memiliki alat yang tepat.

3. Menciptakan dan Tangkap Permintaan Baru

Berfokus pada pelanggan yang sudah ada akan membuat arus bisnis kamu berada di ruang pasar yang ada. Di sebagian besar industri, sebuah organisasi berkumpul untuk mencari kriteria pelanggan mereka. 

Ini mencegah perusahaan melihat potensi permintaan baru yang lebih luas, di luar industri. Di banyak badan usaha, pelanggan hanya setetes dalam sebuah ember dibandingkan dengan semua non-konsumen.

Untuk menangkap non-konsumen ini, kamu perlu mengidentifikasi poin kritis untuk mendapatkan perhatian mereka agar bisa membeli atau melirik industri Anda.

Untuk menangkapnya, poin kritis ini mencakup aspek bisnis, produk, atau layanan pembeli. Sadar atau tidak sadar, mereka dipaksa untuk bertahan atau merasa sangat tidak nyaman sehingga beralih ke alternatif. 

Karena itu, dibutuhkan cara menangkap kepuasan yang diperoleh pembeli dari pebisnis, produk, atau layanan. Utilitas ini memiliki efek sebaliknya. Ini adalah poin sulit yang dibebankan industri pada konsumen.

4. Ubah Masalah menjadi Peluang

Sebagian besar industri menjadi buta terhadap poin kritis, seperti pembeli sering acuh tak acuh, dengan keyakinan bahwa mereka memang seperti itu. 

Tetapi sebagai bisnis kecil, kamu dapat mengubah poin kritis ini menjadi peluang untuk menangkap permintaan baru. Mulailah dengan mengidentifikasinya dalam sebuah sistem dengan membuat sebuah mapping. 

Pengalaman pembeli dapat dibagi menjadi enam tahapan berbeda dari pembelian hingga pelepasan - yang biasa disebut 'siklus pengalaman pembeli'. Caranya dengan menjalankan sumbu vertikal.

Beberapa di antara kamu mungkin tertarik untuk menawarkan ke pembeli yang lebih besar. Dikombinasikan dengan enam tahap siklus pembeli, hingga menghasilkan beberapa ruang potensial. 

5. Buat Nilai dan Biaya Lebih Rendah

Jika kamu adalah perusahaan kecil dengan sumber daya terbatas, apakah akan bertindak berdasarkan asumsi bahwa, untuk mencapai diferensiasi, perlu mengeluarkan lebih banyak dana.

Apakah kamu berasumsi bahwa menurunkan biaya berarti berkompromi pada sebuah nilai khusus yang dapat ditawarkan? Untuk benar-benar berdiri secara terpisah dan menawarkan nilai yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada pembeli, kamu perlu memutuskan trade-off atau nilai-biaya. 

Ini berarti berfokus pada faktor persaingan yang dapat menaikkan dan menciptakan nilai bagi pembeli. Kemudian faktor yang dapat kamu hilangkan dan kurangi untuk mengurangi biaya. 

mapping strategy. (Foto: Blueoceanstartegy)


6. Buat Bagan Masa Depan Perusahaanmu 

Jangan lupa membuat bagan Eliminate-Reduce-Raise-Create Grid (ERRC), gunakan itu untuk mulai menggambar sebuah kanvas strategi.

Dengan strategi ini terdapat dalam satu visual tunggal, itu akan menunjukkan bagaimana profil strategis atau langkah strategis di masa depan, terpisah dari pesaing Anda. Ini bisa menjadi visual yang bagus untuk disajikan kepada calon investor dan penyandang dana.

Dengan alat-alat ini, gambaran masa depan perusahaan kamu bergeser dari bersaing menjadi sebuah kreasi. Biarkan proses berjalan dalam pengembangan bisnis kecil Anda.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZS
Category
Ekonomi