Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Ada Potensi Pencucian Uang dalam Bisnis Jasa Kirim Uang Pribadi

Headline
Ada Potensi Pencucian Uang dalam Bisnis Jasa Kirim Uang Pribadi Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Badan yang mengatur masalah pencucian uang di Australia (AUSTRAC) sekarang sedang mengejar mereka yang melakukan bisnis pertukaran uang dan pengiriman uang secara pribadi, karena dikhawatirkan bisnis tersebut itu dimanfaatkan oleh organisasi kriminal.

Bisnis model seperti ini yang tidak terdaftar belakangan semakin banyak bermunculan seiring maraknya ketersediaan media sosial.

Direktur Eksekutif AUSTRAC Nicole Rose mengatakan bisnis perseorangan seperti ini bisa disalahgunakan oleh pedagang manusia, penjualan senjata tidak sah, jaringan narkoba, dan juga eksploatasi terhadap anak-anak.

Dalam wawancara dengan ABC, Rose mengatakan bisnis yang tidak terdaftar seperti ini beresiko menjadi surga bagi para kriminal yang memindahkan uang untuk kegiatan kejahatan mereka.

Baca juga: Ekspor Cangkang Sawit Ke Jepang, RI Penuhi Bahan Energi Hijau Dunia

"Orang bisa saja diminta untuk mengirim uang ke keluarga mereka di luar negeri namun tidak mengetahui bahwa pengirim uangnya terlibat dalam tindak kriminal atau pencucian uang." kata Rose.

"Mereka yang menjalankan bisnis yang tidak terdaftar dengan kami yang kami khawatirkan, karena mereka menjadi sasaran bagi kegiatan pendanaan teroris atau pencucian uang," tambah Rose.

"Mereka yang melakukan hal seperti ini tapi tidak berizin harus berhenti sekarang. Mereka harus memiliki sistem guna memastikan mereka terlindung dari kriminal yang ingin melakukan pencucian uang dari tindak kejahatan." kata Rose lagi.

Selama setahun terakhir, bisnis yang terdaftar di ASTRAC mengirimkan sekitar $AUD 60 miliar dalam 17,3 juta transaksi, dengan sebagian transaksi memang digunakan untuk mengirimkan uang ke sanak famili atau teman di luar negeri.

Baca juga: Faktor Ini Bikin Jakarta Harus Lepas Predikat Jadi Ibu Kota Selama 58 Tahun

Dalam usaha memberantas kegiatan pengiriman uang pribadi ini, AUSTRAC sudah meluncurkan kampanye dan akan mengunjungi komunitas dan bisnis untuk meningkatkan kesadaran mengenai resiko dan hukuman yang mungkin diterima.

Rose mengatakan AUSTRAC akan mengadakan pertemuan umum di Sydney, Melbourne, Perth dan Brisbane antara bulan September dan Desember untuk mejelaskan resiko pengiriman uang lewat bisnis tidak berijin.

Salah satu bank terbesar di Australia Commonwealth Bank menjatuhkan denda $AUD 700 juta tahun lalu setelah mereka dinyatakan melanggar UU Anti Pencucian Uang di Australia sebanyak 53.700 kali.

Rose mengatakan AUSTRAC menerima 70 peningkatan pelaporan dari berbagai institusi keuangan berkenaan dengan kecurigaan pencucian uang setelah skandal Commonwealth Bank itu muncul.

"Kami akan melakukan lebih banyak tindakan dalam enam bulan ke depan. Entah itu berupa peringatan atau denda," kata Rose.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: