Pantau Flash
Komisi II DPR Cecar Mensetneg Soal Revitalisasi Monas di Gedung Parlemen
Pertamina Targetkan 20 Sumur Bor Jaga Transisi Pengelolaan Blok Rokan
Indonesia Butuh Crisis Center Hadapi Teror Korona
Presiden Jokowi Minta Dukungan MK untuk Muliakan UU Omnibus Law
Polres Jayapura Amankan 4 Pucuk Senpi dari Daerah Perbatasan

Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang

Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang Pabrik tekstil (Foto: Antara)

Pantau.com - Pelaku industri tekstil yang tergabung dalam Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menginginkan adanya Undang-Undang (UU) tentang Sandang untuk mempercepat peningkatan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional.

"Dalam hal ini, percepatan ini tentu bisa melalui UU Sandang. UU Pangan ada, UU Rumah ada, UU Tanah juga perlu," kata Ketua API Ade Sudrajat di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Ade menyampaikan UU tersebut diharapkan mampu melindungi produk tekstil dalam negeri, mengingat peluang pasar domestik maupun luar negeri sangat besar.

Baca juga: Bank Indonesia Kembali Pangkas Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

Wakil Ketua Umum API Bidang Hubungan Pemerintah Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan UU tersebut diperlukan karena industri TPT hulu hingga hilir memiliki perlakuan berbeda.

"Misalkan di hulu ada fiber, pembuatan benang, pertenunan, processing atau pewarnaan, dan garmen. Masing-masingnya memiliki perlakuan yang berbeda antara satu dengan lainnya dan bahkan memiliki peraturan yang juga berbeda satu sama lain," ungkap Iwan.

Sebagai contoh garmen, lanjut Iwan, bidang ini tidak mempunyai aturan energi, sementara bidang spinning memiliki aturan energi.

Baca juga: Kabar Baik Nih! Bank Indonesia Turunkan Uang Muka Kredit Rumah

Usulan tersebut telah disampaikan API dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri terkait beberapa waktu lalu.

Bahkan, Iwan menambahkan API berharap industri ini dinaungi oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Ketenagakerjaan.

"Ini kami usulkan ada dirjen tekstil di mana ini bisa berkoordinasi untuk mengharmonisasi integrasiannya serta memiliki suatu persaingan yang fair," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi