Pantau Flash
Trump Berharap Seluruh Warga AS Disuntik Vaksin COVID-19 April 2021
Giannis Antetokounmpo MVP NBA 2020, Kalahkan King James dan Harden
Depok Berikan Kelonggaran Terhadap Aktivitas Warga 2 Pekan ke Depan
Rektor IPB Positif COVID-19 Tanpa Tunjukkan Gejala
Tambahan Kasus Harian COVID-19 RI Rekor Lagi, 4.168 Dinyatakan Positif

Adanya Musibah Bisa Jadi Alasan Pedagang Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

Adanya Musibah Bisa Jadi Alasan Pedagang Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan Kartu BPJS Ketenagakejaan (Foto: Instagram/BPJS Ketenagakerjaan)

Pantau.com - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengimbau para pedagang di Setiabudi, Jakarta Selatan untuk mengikuti program dari BPJS Ketenagakerjaan karena bermanfaat dalam jaminan keselamatan kerja.

"Saya mengimbau semua yang berdagang di lokasi binaan ini, ikut. Ada manfaatnya," kata Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali usai menyerahkan secara simbolis santunan sebesar Rp24 juta kepada perwakilan dari peserta yang meninggal di Pujasera UKM Nyi Ageng Serang di Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Ia berharap para pedagang tidak mengalami kendala atau musibah selama berwirausaha.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Sapi di DIY Naik Tapi Minat Pembeli Turun

Namun demikian untuk mengatasi kemungkinan terjadinya musibah, Wali Kota Jakarta Selatan itu menyarankan pedagang di sana untuk menjadi peserta program jaminan ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan sehingga bisa mendapatkan santunan.

"Kalau satu ketika ada musibah, ada santunan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Ya mudah-mudahan manfaatnya banyak," kata dia.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali dalam acara tersebut turut menyerahkan santunan uang sebesar Rp24 juta kepada perwakilan dari peserta yang meninggal yang sebelumnya berdagang di pujasera di Setiabudi.

Baca juga: Sri Mulyani Dapat Mandat Soal BPJS Kesehatan dari Jokowi, Apa Isinya?

"Jadi ini penyerahan santunan BPJS bagi peserta yang meninggal dunia. Kebetulan yang meninggal dunia punya kios di sini," kata dia.

"Dia, suaminya, meninggal beberapa waktu lalu. Terus dipegang oleh istrinya. Kemudian istrinya meninggal juga, mau dipegang anaknya, katanya. Tadi diberikan santunan. Dia meninggal sakit biasa, dikasih santunan Rp24 juta," kata Marullah.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: