Pantau Flash
Menteri BUMN: Pengembangan Wisata Medis Dimulai di Bali
Kena OTT KPK, Wali Kota Cimahi Ajay Miliki Total Kekayaan Rp8,1 Miliar
KKP: Menteri Edhy Telah Ajukan Pengunduran Diri ke Presiden Jokowi
Pecah Rekor Lagi! Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Naik 5.828
Pemerintah Terbitkan Perpres 109/2020 Dorong Pelaksanaan PSN

Akademisi: Digitalisasi Bantu UMKM di Masa Pandemi

Akademisi: Digitalisasi Bantu UMKM di Masa Pandemi Seorang perajin rajutan memotret produknya untuk kemudian diunggah ke pasar digital. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Pantau.com - Akademisi Universitas Indonesia, Zakir Machmud menilai bahwa digitalisasi akan membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di masa pandemi.

"Saat ini dengan perubahan situasi, UMKM harus mampu beradaptasi, salah satu caranya dengan digitalisasi dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia baru. Digital itu bukan sekedar masuk saja, tapi mempersiapkan diri untuk perubahan dan konsekuensinya nanti," ujar T. M. Zakir Machmud yang juga Kepala UKM Center Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia, di Jakarta.

Baca juga: BI: Tren Digitalisasi Indonesia Makin Cepat di Era Pandemi

Ia mengakui, upaya mendigitalisasi proses bisnis pelaku UMKM, terutama yang masih asing dengan perkembangan teknologi masih cukup sulit karena terbentur pola pikir pelakunya sendiri.

"Jadi walaupun kita bicara digitalisasi, kita tetap harus melakukan pendampingan. Pendampingan itu macam-macam bentuknya, bisa melalui training, coaching, gathering, dan konsultasi. Intinya UMKM harus mempersiapkan diri ke arah digitalisasi," kata Zakir dalam acara Dialog Produktif bertema "Naik Kelas UMKM Lewat Digitalisasi" yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Sementara itu terkait program PEN, menurut Zakir, merupakan bentuk kehadiran negara bagi pelaku UMKM. "Namun harus kita lihat yang bisa memanfaatkan hal itu jumlahnya masih terbatas, karena mayoritas UMKM ada di level Mikro yang belum tersentuh layanan perbankan, atau belum memiliki NPWP, sehingga butuh penanganan khusus seperti Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), ini yang membantu usaha Mikro yang sebelumnya turun paling tidak kembali ke titik semula," katanya.

Tercatat, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp123,46 triliun dalam bentuk program subsidi bunga, penjaminan kredit, relaksasi pajak, dan bantuan produktif untuk menyokong UMKM.

Baca juga: Pemerintah Adakan Pelatihan Daring Manajemen Produk Halal UMKM

Head of Sales Wahyoo, start up aplikasi bagi usaha warung makan, Triatmojo Suprasetyo menambahkan dukungan digitalisasi khususnya pada warung-warung makan berimbas positif pada pelaku bisnis.

"Dukungan yang kami berikan kita sebut P3K (Pelatihan, Pembimbingan, Pendapatan, dan Kemudahan). Ini yang menaikan derajat pelaku UMKM kita, terutama pemilik warung makan," jelasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: