Pantau Flash
Zona Merah COVID-19 di Kabupaten Bogor Kini Merambah Jonggol
Asisten Pelatih Timnas Indonesia Positif Virus Korona
Yasonna Bantah Sengaja Ingin Bebaskan Napi Koruptor
Jasa Marga Pastikan Wakil Jaksa Agung Terlibat Kecelakaan Tunggal
KKP Lumpuhkan Dua Kapal Berbendera Vietnam yang Curi Ikan di Laut Natuna

APBN 2019 Alokasikan Rp1,7 Triliun Bangun 5 Destinasi Super Prioritas

APBN 2019 Alokasikan Rp1,7 Triliun Bangun 5 Destinasi Super Prioritas Candi Borobudur (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo memaparkan alokasi anggaran yang diberikan untuk 5 (lima) Destinasi Super Prioritas mencapai Rp1,7 triliun dalam APBN 2019. 5 destinasi super prioritas tersebut adalah Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, serta Likupang.

Ia menyampaikan hal tersebut pada Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Pariwisata (Rakornas Kemenpar) di Swissotel PIK Avenue pada Selasa (10/9/2019). 

Ia menjelaskan alokasi anggaran untuk destinasi super prioritas tersebut meningkat hingga mencapai Rp2.9 triliun yang tersebar di 6 kementerian yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) serta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). 

Baca juga: Kamu Bisa Disebut Pintar Kelola Uang Jika Lolos 7 Kriteria Berikut

"(Anggaran) terbagi di 6 kementerian. Kementerian PU (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang selalu paling besar yang membangun secara secara fisik. Kalau Kemenpar terbagi di Badan Otorita Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo," jelasnya.

Selain itu, ia berpesan agar ketiga Badan Otoritas tersebut dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk semakin meningkatkan kualitas wisata di daerah tersebut.

"Setiap K/L harus dapat bekerja sama. Ibarat orkestra musik menjadi sebuah alunan lagu yang merdu. Semoga pariwisata Indonesia semakin maju," tutupnya

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: