Pantau Flash
Trump Berharap Seluruh Warga AS Disuntik Vaksin COVID-19 April 2021
Giannis Antetokounmpo MVP NBA 2020, Kalahkan King James dan Harden
Depok Berikan Kelonggaran Terhadap Aktivitas Warga 2 Pekan ke Depan
Rektor IPB Positif COVID-19 Tanpa Tunjukkan Gejala
Tambahan Kasus Harian COVID-19 RI Rekor Lagi, 4.168 Dinyatakan Positif

Apindo Soal Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2021: Terlalu Ambisius

Apindo Soal Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2021: Terlalu Ambisius Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani. (Foto: Antara/Ade Irma Junida)

Pantau.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai target pertumbuhan ekonomi pada 2021 sebesar 4,5-5,5 persen terlalu ambisius di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini.

"Menurut saya, terlalu ambisius, dalam situasi normal pada 2019 tumbuh 5,02 persen, itu belum ada pandemi. Sekarang dengan pandemi, ini kita masih struggle untuk kuartal III 2020, berusaha agar tidak turun lebih dalam lagi. Kalaupun minus, mungkin minus 2 persen (kuartal III)," katanya di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp356,5 Triliun Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Hariyadi mengatakan butuh upaya luar biasa untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 4,5 persen pada tahun depan.

"Kendala utama memang di COVID ini. Selama belum bisa dituntaskan, kita dibayangi kondisi yang menghambat. Makanya target itu ambisius. Perkiraan kami, bisa plus 2 persen saja sudah bagus," katanya.

Lebih lanjut, Hariyadi menuturkan upaya pemerintah mendorong daya beli masyarakat dengan mengalokasikan bantuan sosial patut diapresiasi. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat terdongkrak dari konsumsi rumah tangga yang memang jadi kontributor utama.

"Tapi, ini belum cukup kuat untuk membangkitkan ekonomi kita sebesar yang ditargetkan tadi yaitu 4,5-5,5 persen," katanya.

Baca juga: Menkeu: Presiden Minta RAPBN 2021 Fokus di 4 Program Besar

Oleh karena itu, ia mendorong produktivitas angkatan kerja yang ada. Ia juga berharap RUU Omnibus Law Cipta Kerja bisa menjadi langkah untuk mengubah seluruh kebijakan terkait ketenagakerjaan.

Hariyadi juga setuju RUU Cipta Kerja dibentuk untuk mengantisipasi bonus demografi yang dimiliki Indonesia. Namun, ia mengingatkan saat ini pemerintah harus fokus untuk bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya untuk mengantisipasi bonus demografi ini. "Data menunjukkan terjadi penurunan lapangan kerja yang signifikan di sektor formal. Kalau mau buat bangsa ini maju, ciptakan lapangan kerja," tuntasnya. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: