Pantau Flash
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan
Relawan Jokowi Mania Gugat Instruksi Mendagri ke PTUN Jakarta
Sebuah SD Negeri Disegel Warga di Hari Pertama Belajar Tatap Muka, Orang Tua Siswa Kebingungan
Sungguh Perbuatan Biadab! Jemaah Sholat Subuh di Masjid Ditembaki Secara Brutal, 18 Orang Tewas dan 20 Lainnya Luka
Perintah Presiden Soal Harga Tes PCR Rp300 Ribu Harus Dijalankan, Tak Boleh Ada Toleransi!

Asap di Singkawang Berdampak ke Tingkat Hunian Hotel Hingga 30 Persen

Asap di Singkawang Berdampak ke Tingkat Hunian Hotel Hingga 30 Persen Kabut asap di Kalimantan Utara (Foto: Antara/Iskandar Zulkarnaen)

Pantau.com - Kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Singkawang, Kalimantan Barat, bukan hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan, tapi juga menurunkan tingkat hunian sejumlah hotel.

"Sejak terjadi kabut asap tingkat hunian hotel di Singkawang sangat berkurang," kata Ketua PHRI Singkawang, Mulyadi Qamal di Singkawang, Selasa (17/9/2019).

Secara persentase, penurunan tingkat hunian hotel sekitar 30 persen dalam dua pekan ini. Menurutnya, pada Sabtu dan Minggu cukup ramai pengunjung yang datang ke Singkawang. Namun, sejak terjadi kabut asap hari-hari libur tersebut tidak berpengaruh di Singkawang.

Baca juga: Soal Revisi UU Minerba, Jonan: Pernyataan Pemerintah Bisa Pengaruhi Harga

Menurutnya, bencana kabut asap yang terjadi sekarang termasuk luar biasa. Pemerintah bukannya tidak berbuat untuk menanggulangi, hanya saja untuk ke depan sebaiknya pemerintah lebih fokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan masalah kabut asap erat kaitannya dengan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa hari ini

"Jika  pemerintah pusat bersinergi dengan pemda dalam menegakkan aturan saya yakin kabut asap pasti bisa berkurang," kata Sumberanto.

Baca juga: Diprotes Soal Pembangunan Tenaga Uap dari Batubara, Ini Jawaban Jonan

Menurut dia, titik-titik kebakaran hutan dan lahan yang sudah terdeteksi harus segera dipadamkan. Untuk Pemkot Singkawang, ia juga berharap mewaspadai jika kabut asap semakin tinggi dan tebal karena curah hujan minim dan titik-titik kebakaran hutan dan lahan belum dipadamkan.

"Saya juga mengimbau masyarakat Singkawang, mulai dari sekarang berhati-hati kalau belanja makanan dan minuman di luar, tentu kita berharap jangan sampai bermasalah karena kurang higienis," ujarnya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: