Pantau Flash
Penembakan di RM Cafe Cengkareng, 3 Orang Tewas
Jokowi Tinjau Langsung Vaksinasi COVID-19 Massal Wartawan di GBK Pagi Ini
Panglima TNI Mutasi 114 Pati, Mayjen Bakti Agus Fadjari Jabat Wakasad
Waspada, BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis Pemicu Hujan Ekstrem
BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Malam Ini hingga Besok: Jabodetabek Siaga Banjir

Atasi Pandemi, RI Dapat Pinjaman 1,5 Miliar Dolar dari Australia

Atasi Pandemi, RI Dapat Pinjaman 1,5 Miliar Dolar dari Australia Ilustrasi. (Foto:thenewdaily.com.au)

Pantau.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, mengapresiasi pinjaman dari Pemerintah Australia sebesar AUD1,5 miliar dengan tenor 15 tahun dalam rangka membantu menangani pandemi COVID-19.

“Kami mendiversifikasi pembiayaan dan dukungan Australia yang memberikan pinjaman AUD1,5 miliar kepada Indonesia adalah salah satu bentuk dukungan yang sangat kami hargai,” katanya di Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Sri Mulyani menyatakan pinjaman dari pemerintah Australia mampu melengkapi APBN sebagai instrumen fiskal yang saat ini sedang sangat tertekan hingga terjadi pelebaran defisit sebesar 6,34 persen.

Baca juga: Jepang Berikan Pinjaman Bantuan Fiskal Sebesar Rp6,95 Triliun ke RI

Ia menjelaskan pinjaman sebesar AUD1,5 miliar dolar akan digunakan untuk mengatasi dampak pandemi mulai dari mendukung sektor kesehatan, UMKM, dunia usaha, hingga masyarakat melalui perlindungan sosial.

“Ini juga menjaga keamanan dan kesinambungan rentang fiskal kami. Kami sangat menghargai dukungan baik secara pribadi maupun dari pemerintah Australia,” ujarnya.

Menurutnya, adanya pinjaman ini menunjukkan bahwa persahabatan serta kemitraan antara Indonesia dan Australia sangat kuat sehingga dapat saling mendukung untuk keluar dari masa krisis kesehatan.

Baca juga: Indonesia-Australia Sepakat Kembangkan Energi Terbarukan

“Kita berdua memiliki tujuan bersama untuk memulihkan dan memperkuat karena kita tidak bisa sembuh sendiri dengan pandemi COVID-19 ini,” katanya.

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg menyatakan pinjaman tersebut mencerminkan masa-masa krisis kesehatan yang harus dihadapi bersama sehingga pemulihan dapat terjadi di kedua negara.

“Di masa yang penuh tantangan ini kekuatan hubungan antara Australia dan Indonesia menjadi lebih penting dari sebelumnya. Hubungan ini lebih dari sekedar perdagangan dan ekonomi,“ tegasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: