Awal Pekan Kedua 2018, Rupiah Menguat Jadi Rp13.392

ilustrasi (kemendagri.go.id)ilustrasi (kemendagri.go.id)

Pantau.com Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (8/1/2018), bergerak menguat sebesar 24 poin menjadi Rp13.392 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.416 per dolar Amerika Serikat.

“Mata uang rupiah melanjutkan apresiasinya di tengah data-data ekonomi nasional yang telah dirilis menunjukan hasil positif,” kata Reza Priyambada, Analis Binaartha Sekuritas.

Menurut Reza adanya perbaikan konsumen di dalam negeri memberi harapan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga ke depannya. Hal tersebut ditandai dengan catatan Bank Indonesia yang menyebutkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2017 sebesar 126,4, lebih tinggi dari IKK pada November 2017 yang tercatat sebesar 122,1.

Sentimen peringkat di level investment grade atau kelayakan investasi, dinilai juga masih menjadi sentimen positif bagi pergerakan mata uang domestik. “Sentimen peringkat Indonesia itu memberikan kepercayaan kepada dunia internasional terhadap ekonomi Indonesia, khususnya investasi,” katanya.

Meski demikian, tetap perlu diwaspadai potensi pelemahan nilai tukar rupiah setelah beberapa hari terakhhir ini nilai tukar rupiah mengalami penguatan. Situasi itu dapat dimanfaatkan oleh sebagian pelaku pasar uang untuk mengambil posisi ambil untung.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta