Pantau Flash
Disiplin Terapkan Prokes, Ketua Satgas COVID-19 Positif Korona
Total Positif COVID-19 di Indonesia Capai 965.283 dengan 13.632 Kasus Baru
BMKG Prediksi Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Disertai Petir
BPJS Kesehatan Pantau Pemanfaatan Aplikasi P-Care Vaksinasi COVID-19
Gempa Besar Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara

Bangkitkan Pariwisata, Menko Luhut: Perlu Ketenangan dan Kedamaian

Bangkitkan Pariwisata, Menko Luhut: Perlu Ketenangan dan Kedamaian Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara)

Pantau.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan perlunya ketenangan dan kedamaian untuk bisa menjual potensi pariwisata Indonesia kepada dunia.

Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat, menjelaskan pariwisata Indonesia masih kalah dibanding sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara dalam sejumlah hal, tapi Indonesia hanya kalah dalam cara menjual.

"Kita menjualnya kurang dan itu memerlukan ketenangan dan kedamaian. Saya ulangi, ketenangan, kedamaian. Dan ketenangan, kedamaian, itu dilakukan oleh kita para pemimpin intelektual ini," katanya.

Baca juga: Kemenparekraf Gelar Rakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020


Luhut meminta sejumlah oknum tidak lagi menjual ide-ide kekerasan yang kemudian membuat Indonesia ditakuti. Ia juga meminta  jangan karena ambisi politik lalu sengaja menimbulkan keributan.

"Sebagai yang paling senior di ruangan ini, saya sampaikan itu. Jadi, jangan sampai karena kepentingan-kepentingan politik kita, ambisi-ambisi politik kita, birahi kekuasaan kita, kita buat keributan-keributan. Itu saya kira adalah dosa yg paling besar dari seorang pemimpin yang mengetahui itu," katanya.

Luhut menjelaskan dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia tidak kalah dari segi alam, kebudayaan, kuliner hingga hiburan. Sayangnya, ia mengakui memang masih ada kekurangan di sejumlah titik, misalnya infrastruktur hingga keramahtamahan penduduknya.

"Saya cukup banyak keliling dunia, apa yang kita lihat di Labuan Bajo, misalnya, di Mandalika, di Bali, di beberapa spot, di Toba, itu tempat-tempat yang sangat indah sekali. Tapi kita kurang menjual karena banyak hal tadi, masalah infrastrukturnyalah, keramahtamahanlah," katanya.

Baca juga: Kemenparekraf Tingkatkan Peran Media dalam Penyampaian Informasi ke Publik


Oleh karena itu, Luhut meminta segenap masyarakat kompak dan ikut mendorong pengembangan pariwisata nasional.

"Sekarang bagaimana kita menciptakan lapangan kerja, mendidik orang untuk ramah tamah. Jangan kebencian, anger yang kita tampilkan. Di kejadian akhir-akhir ini, itu juga membuat orang menilai negara ini begini aja. Kalau orang takut datang kemari, yang akan rugi itu rakyat kecil. Jadi kita sebagai pemimpin, harus memberikan kedamaian, ketenangan dan memberikan kesan, kau datang kemari, kau pasti kita jamin," katanya kepada peserta Rakornas yang terdiri dari sejumlah menteri dan kepala daerah itu.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: