Bank Sentral Malaysia Naikkan Suku Bunga, Bakal Berdampak ke Indonesia?

Sejumlah komoditas yang kerap menjadi pendorong inflasi di Indonesia. (Pantau/Fery Heryadi)Sejumlah komoditas yang kerap menjadi pendorong inflasi di Indonesia. (Pantau/Fery Heryadi)

Pantau.com – Bank Sentral Malaysia menaikkan suku bunga acuan overnight policy right (OPR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,25 persen. Kebijakan yang diterbitkan pertama kali dalam tiga tahun terakhir tersebut, ditujukan untuk pengetatan kebijakan moneter.

Nah, Kepala Ekonom Bank BTN, Winang Budoyo menilai kebijakan tersebut tidak akan berpengaruh pada kebijakan Bank Indonesia (BI). Menurutnya, BI bakal lebih terpengaruh faktor dalam negeri dan faktor global khususnya kebijakan Bank Sentral Amerika, The Federal Reserve.

“Kami melihat, kebijakan yang diterbitkan BI lebih disebabkan oleh faktor dalam negeri antara lain bagaimana (tingkat) inflasi dan dari faktor global bagaimana kebijakan The Fed,” ujar Winang ketika dihubungi Pantau.com, Jumat (26/1/2018).

Winang berpendapat hubungan Indonesia dan Malaysia  tidak terlalu erat dari sisi ekonomi. “Kita (Indonesia) juga mempunyai kondisi ekonomi yang berbeda dengan Malaysia. Hubungan keduanya (Indonesia-Malaysia) juga tidak  terlalu erat dalam arti saling mempengaruhi,” kata Winang. 

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti