Bank Sentral Malaysia Naikkan Suku Bunga, Ini Saran Ekonom untuk BI

Kantor Pusat Bank Indonesia (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)Kantor Pusat Bank Indonesia (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  – Kepala Ekonom Bank BTN, Winang Budoyo berpendapat Bank Indonesia (BI) belum perlu menyusul langkah Bank Sentral Malaysia yang menaikan suku bunga acuan. Bank Sentral Malaysia menaikan suku bunga acuan overnight policy right (OPR) sebesar 25 basis poin, menjadi 3,25 persen. 


Saat ini, suku bunga acuan BI (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) berada di level 4,25 persen. Tingkat suku bunga 4,25 persen dipertahankan BI sejak 22 September 2017 hingga penetapan terakhir pada 18 Januari 2018. 


Sebelumnya pada 22 Agustus 2017, BI menetapkan suku bunga acuan 4,50 persen, turun 25 basis poin dari sebelumnya 4,75 persen yang dipertahankan sejak 20 Oktober 2016 hingga 20 Juli 2017.  

“Meskipun suku bunga acuan kita 4,25 persen, tapikan BI melakukan kebijakan moneter yang salah satunya melalui makroprudential. Kebijakan moneter BI itu bukan semata-mata dalam bentuk kebijakan suku bunga, tapi juga bisa kebijakan yang lain,” ujar Winang ketika dihubungi Pantau.com, Jumat (26/1/2018)


Salah satu kebijakan yang dapat dilakuakan BI, salah satunya soal nilai tukar.  Winang menyakini, BI memiliki perhitungan sendiri dalam menaikan atau pun menurunkan tingkat suku bunga acuan.


“Ketika memang sudah dibutuhkan kebijakan suku bunga turun, baru dilakukan. Untuk saat ini saya kira masih (cukup) bisa menggunakan kebijakan yang lain di luar kebijakan suku bunga,” kata Winang.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti