Pantau Flash
Vaksin Korona Merah Putih Siap Digunakan pada 2022
Putra Amien Rais Ribut dengan Pimpinan KPK Nawawi di Garuda Kelas Bisnis
Terus Meroket, Utang Luar Negeri Indonesia Triwulan II USD408,6 Miliar
Presiden Jokowi: Jangan Merasa Paling Agamais dan Pancasilais Sendiri
6.300 Personel Kawal Sidang Tahunan MPR, Polda Metro Pastikan Tak Ada Demo

Bappenas: Jangan Jadikan e-Commerce Kambing Hitam UMKM Lesu

Bappenas: Jangan Jadikan e-Commerce Kambing Hitam UMKM Lesu Kepala Bappenas/Menteri PPN Bambang Brodjonegoro (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) menilai perdagangan elektronik (electronic commerce/e-commmerce) tidak bisa disalahkan, menjadi penyebab lemahnya perdagangan ritel Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

Selain itu, e-Commerce juga jangan dianggap sebagai penyebab defisit perdagangan. Kepala Bappenas/Menteri PPN Bambang Brodjonegoro mengatakan e-Commerce adalah suatu keniscayaan.

"Kita harus lihat dulu e-Commerce jangan kemudian dijadikan pesakitan sebagai penyebab dari diambilnya jatah UMKM Indonesia, atau meningkatnya Defisit di neraca perdagangan, Intinya e-commerce adalah suatu keniscayaan," ujarnya pemaparan dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2019, di hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Saham Boeing Anjlok, Pihak Asuransi Kewalahan Hadapi Klaim

Lebih lanjut kata dia, kedepannya perdagangan justru akan lebih banyak dilakukan melalui platform online bukan lagi perdagangan fisik. Menurutnya, akan lebih banyak ritel yang bertransformasi ke pemasaran online. 

"Kedepan justru yang namanya perdagangan ritel itu akan banyak bertransformasi melalui e-Commerce, bukan perdagangan yang sifatnya fisik lagi tapi sudah menjurus ke e-Commerce," katanya. 

Baca juga: Ini 12 Maskapai Penerbangan dengan Jumlah Boeing 737 Max Terbanyak

Sehingga kata dia, harus ada perhatian lebih dari pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan untuk platform online agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

"Karenanya kita harus beri perhatian pada e-Commerce, nah dari berbagai aspek kalau keamanan siber sudah baik," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: