Bappenas Selesaikan Kajian Awal Pemindahan Ibu Kota Negara, Berikut Hasilnya (5/1/2018, 10.58)

Menteri  Bambang Brodjonegoro (Pantau.com/Ratih)Menteri Bambang Brodjonegoro (Pantau.com/Ratih)

Pantau.com Wacana pemindahan Ibu Kota Negara terus berkembang. Kajian awal yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), disebut telah diserahkan Presiden Joko Widodo. 

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyebutkan waktu yang dibutuhkan untuk pemindahan Ibu Kota Negara ke luar Pulau Jawa 2 tahun hingga 10 tahun. “Tergantung bagaimana kecepatan dan komitmen dalam konteks tersebut,” ucap Bambang. 

Hasil kajian awal yang diserahkan kepada Presiden, Bambang mengaku belum memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia. Bambang mengatakan pascapenyerahan hasil kajian awal, pihaknya mengaku akan kembali melakukan kajian yang lebih mendetail dan menyerahkan keputusan selanjutnya kepada presiden.

“Itu nanti bapak presiden yang memutuskan apa yang dilakukan berikutnya. Kami tetap melakukan kajian mulai kajian lebih detail termasuk

bagaimana kondisi tanah, bagaimana akses untuk pembangunannya segala macam,” katanya.

Bappenas, kata Bambang memperkirakan dibutuhkan biaya melebihi Rp1 triliun untuk pemindahan Ibu Kota Negara ke luar Jawa. Kebutuhan anggaran tersebut tidak hanya akan dipikul Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tapi juga bakal melibatkan swasta.

Sementara itu kajian tahap awal tersebut masih berfokus pada pemilihan lokasi Ibu Kota, mengerucut pada tiga kandidat, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Kalimantan Timur.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti