Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Begini Reaksi Kadin Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur

Begini Reaksi Kadin Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani (kiri) (Foto: Antara/Indra Arief Pribadi)

Pantau.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani meminta semua kalangan pelaku ekonomi termasuk para pengusaha untuk mendukung keputusan pemerintah memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Rosan meyakini kajian pemindahan Ibu Kota telah dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan matang dan terukur, meskipun proses pemindahan Ibu Kota akan membutuhkan banyak tenaga, waktu, dan juga biaya.

"Saya rasa kalau ini sudah ditentukan, ya semua pihak harus siap dan mendukung keputusan dari pemerintah, baik dari segi regulator, begitu juga dari dunia usaha," ujarnya usai diskusi Kadin dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Baca juga: Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara Kaya Migas dan Sumber Daya Alam

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Ibu Kota akan dipindahkan dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Seiring dengan keputusan pemerintah itu, Rosan meminta pengusaha menyambut pemindahan Ibu Kota ini dengan mempersiapkan ekspansi bisnis ke Ibu Kota baru tersebut. Dia meyakini pemindahan Ibu Kota akan memberikan peluang bisnis baru di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi baik di nasional maupun di global.

"Kita perkuat hingga ke dunia usaha, seperti apa pendanaannya, jangka waktunya. Kalau saya sering bilang terukur, terstruktur. Itu yang paling penting," katanya.

Presiden Jokowi menyebutkan dipilihnya Kaltim karena lokasi yang strategis mengingat provinsi itu terletak di tengah-tengah Indonesia. Selain itu, Kaltim memiliki kota-kota yang sudah berkembang, seperti Kutai Kartangeara dan juga Samarinda serta Balikpapan.

Baca juga: Uang Pas-pasan? 5 Kota di Indonesia Ini Tawarkan Biaya Hidup Paling Murah

Risiko bencana di Kaltim, ujar Jokowi, juga relatif minim seperti kerentanan bencana banjir, gempa bumi, tsunami maupun kebakaran hutan, dan tanah longsor. "Ibu kota baru juga dekat wilayah kota yang berkembang, Balikpapan dan Samarinda," ujar dia. 

Pemerintah juga memiliki ketersediaan lahan mencapai 180 hektare di provinsi tersebut. Sejalan dengan itu, pemindahan ibu kota di Kaltim akan diikuti oleh industrialisasi

Presiden juga menegaskan bahwa Jakarta akan tetap jadi prioritas pembangunan. Jakarta akan terus dikembangkan sebagai kota bisnis dan keuangan berskala regional dan global.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: