BEI Berikan Pernyataan Terkait Gempa

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan pernyataan kalau gempa yang sempat melanda di Jakarta siang tadi, tidak mengganggu aktivitas perdagangan efek. “Sehubungan dengan adanya musibah gempa bumi dengan ini kami informasikan bahwa operasional perdagangan BEI berjalan normal,” ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Selasa (23/1/2018).

Gempa berkekuatan 6,1 SR terjadi di 81 kilometer barat daya Lebak, Banten, terjadi pada pukul 13.34 WIB. Goncangan gempa terasa di Jakarta termasuk di Gedung BEI, Jakarta Selatan.

Tito mengatakan sistem perdagangan bursa masih terkoneksi dengan baik ke sistem Anggota Bursa (Perusahaan Sekuritas) sehingga dampak gempa tidak mempengaruhi aktivitas di pasar modal. “Selama tidak lebih dari 30%  sistem broker tidak terputus dengan BEI, aktivitas di pasar modal tetap berjalan,” ucap Tito.

Lebih lanjut dia mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke sistem utama Jakarta Automated Trading System (JATS)-NexG maupun sistem back up atau disaster recovery center (DRC). Semuanya berjalan baik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI pada penutupan pasar, Selasa (23/1/2018) bahkan melanjutkan kenaikannya. Ditutup mencatatkan rekor baru ke posisi 6.635,33 poin, 134,80 poin atau 2,07% persen. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 30,39 poin (2,75%) menjadi 1.132,18.

Data BEI menyebutkan pencapaian level IHSG pada Selasa ini (23/1/2018), melampaui IHSG tertinggi sebelumnya yakni pada Senin, 22 Januari 2018 yang masih berada di posisi 6.500,52 poin.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti