Berikut Alasan Pemerintah Kabupaten SeIndonesia Keberatan ada Impor Beras

ilustrasi (Pantau.com/Ratih)ilustrasi (Pantau.com/Ratih)

Pantau.com Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengenai Indonesia akan mengimpor beras 500 ribu ton, ditentang Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Pemerintah berencana mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand. 

“Berdasarkan data, fakta, dan masukan rekan-rekan bupati kepada dewan pengurus, maka Apkasi memberikan masukan kepada pemerintah pusat agar mengkaji dengan serius kebijakan impor beras tersebut sehingga tidak merugikan petani di daerah,” kata Ketua Umum Apkasi, Mardani H Maming dalam siaran pers yang diterima, Rabu (17/1/2018).

Mardani mengatakan kebijakan impor merupakan upaya pemerintah yang sangat wajar dalam upaya menstabilkan harga sebuah komoditi di dalam negeri. Namun, kebijakan yang diambil ini harus benar-benar dipelajari. “Kalau tidak, kebijakan impor ini justru bisa kontra produktif dan dapat memukul kondisi petani dalam negeri,” ujar Mardani yang juga Bupati Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan.

Pernyataan senada dikatakan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Dia mengatakan pemerintah seharusnya mendengar suara dari para bupati yang mengetahui secara langsung kondisi komoditi beras di daerah. “Kami jajaran pemerintah dan rakyat Kabupaten Serang berharap rencana impor beras dikaji lebih jauh terlebih dahulu,” ujar Tatu Chasanah.

Keberatan akan impor beras ini juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Bupati Soekirman mengatakan mulai minggu ini masuk masa panen raya. Sementara harga beras di daerahnya pun terbilang sangat bagus, yaitu Rp5.000 per kilogram.

“Kondisi yang sangat kondusif seperti ini, dipastikan bakal rusak dengan masuknya beras impor. Oleh karena itu, kami khawatir dengan rencana impor beras tersebut,” kata Soekirman.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti