Berikut Penilaian BEI Soal Penutupan Pemerintah Federal Amerika

Presiden Jokowi ketika bertemu Presiden Trump pada sebuah kesempatan. (dok.setkab)Presiden Jokowi ketika bertemu Presiden Trump pada sebuah kesempatan. (dok.setkab)

Pantau.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai penghentian sementara operasional pemerintahan atau shutdown di Amerika Serikat, tidak berdampak negatif pada industri pasar modal domestik di Indonesia. Hal itu, kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio lantaran Amerika pernah mengalami shutdown pada 2013 dan pada saat itupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menorehkan kenaikan. 

Tito mengatakan secara historis, shutdown pemerintahan di Amerika Serikat tidak berlangsung lama sehingga dampaknya tidak akan besar terhadap pasar modal domestik. “Kami rasa shutdown Amerika paling lama 18 hari,” lanjutnya.

Efek shutdown, departemen yang akan terkena efek penutupan sementara setidaknya Departemen Perdagangan, NASA, Departemen Ketenagakerjaan, Departemen Perumahan dan Departemen Energi. Meski demikian, layanan esensial tetap berjalan. 

Di sisi lain IHSG di BEI pada awal pekan ini (Senin, 22/1/2018) ditutup menguat 9,63 poin atau 0,14% menjadi 6.500,52.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti