Berikut Penilaian Ekonom Soal Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat

ilustrasi & grafis (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi & grafis (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan tingkat konsumsi masyarakat di triwulan III 2017 menurun ke posisi 4,39%, sebelumnya pada triwulan I 2017 mencapai 4,95%. Kepala Ekonom BTN, Winang Budoyo mengatakan ada beberapa penyebab turunnya konsumsi di Indonesia.

Pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan dinilai menjadi faktor pendorong. Hal tersebut, menurut Winang disebabkan oleh sejumlah hal dan kondisi tersebut bukan hanya membuat menderita masyarakat miskin.

“Masyarakat paling miskin, mereka masih mendapatkan subsidi dari pemerintah jadi yang paling merasakan penurunan daya beli adalah masyarakat ‘nyaris miskin’. Daya beli mereka turun namun mereka tidak dapat subsidi karena tidak termasuk kategori masyarakat miskin,” ujar Winang saat dihubungi Pantau.com. 

Menurut Winang, bagi kelas menengah ke atas mereka mengurangi konsumsi bukan karena daya beli turun, namun karena hilangnya kepercayaan (confidence) mereka untuk melakukan pengeluaran. Alasannya khawatir kondisi ekonomi di kemudian hari. 

“Mereka mempunyai perkiraan bahwa ekonomi akan lebih buruk di kemudian hari. Akibatnya, mereka mengurangi konsumsi dan memilih untuk menyimpan dana mereka, hal ini bisa dilihat dari meningkatnya dana pihak ketiga bank, terutama bank buku,” kata Winang.